Mencicipi Kenikmatan di Gang Sempit Banda Aceh

Mencicipi Kenikmatan di Gang Sempit Banda Aceh
Jamaluddin alias Bang Din menyiapkan mie di warungnya di kawasan Rex, Banda Aceh. Foto: Nur Nisa

Rasanya pun tak berubah sejak 30 tahun lalu.

KBA.ONE, Banda Aceh - Bastian memecahkan cangkang kepiting dengan gerahamnya. Dengan cekatan, dia mengupas dan membuang cangkang itu ke dalam piring kotor dan memasukkan sepotong daging yang tersembunyi di baliknya, setelah mencelup daging itu ke piring berisi kuah mie Aceh mengepulkan uap tipis, ke dalam mulutnya; nyam, nyam, nyam.

“Saya sangat suka Aceh. Saya suka keindahan alamnya. Saya suka makanannya,” kata wisatawan asal Jerman itu kepada KBA, saat menikmati mie kepiting khas Warung Bang Din di Rex, Banda Aceh, Jumat, 22 Desember 2017. "Nikmat." 

Di warung ini, tak hanya mie yang diburu oleh para pelanggan. Jamaluddin, pemilik warung itu, juga menyediakan nasi goreng kampung yang dapat dipadankan dengan hidangan laut, seperti cumi dan udang, atau daging. Cita rasanya pun tak berubah sejak 30 tahun lalu, saat Bang Din--sapaan Jamaluddin--memulai usahanya.

Warung Bang Din terselip di antara bangunan baru Rex dan deretan pertokoan tua yang bertahan dari hantaman gempa dan tsunami, Desember 2004. Para pelanggan menikmati hidangan yang disajikan di dalam gang kecil yang menghubungkan antara Jalan Sri Ratu Safiatuddin dan Jalan Khairil Anwar.

Kekhasan mie buatan Bang Din adalah komposisi rempah dan bumbu yang dihaluskan. Paduan ini menghasilkan rasa pedas dan asam yang kental. Seluruh bumbu itu ditumis matang sebelum dicampur dengan bahan-bahan lain. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, tentu Bang Din memiliki banyak pelanggan.

Bastian, warga Jerman, saat menikmati mie kepting di Warung Bang Din, di Banda Aceh. Foto: Fatma

Pelanggan Bang Din berasal dari berbagai kalangan, dari tukang becak, pegawai bank, wartawan, hingga pejabat. Warung ini cukup populer di kalangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bahkan artis Tamara Bleszynski dan bekas suaminya, Teuku Raffly, juga pernah mencicipi lezatnya mie kepiting buatan Bang Din.

“Saya dulu gak pakai modal buka usaha ini. Modal awal saya dari rintisan dan hanya modal dengkul,” kata Bang Din. Kini Bang Din mendapat omzet rata-rata per hari Rp 3 juta.

Sepiring mie buatan Bang Din dihargai Rp 10 ribu. Sementara untuk mie spesial, dengan tambahan udang, cumi-cumi atau campuran keduanya dihargai Rp 25 ribu per porsi. Mereka yang ingin mencoba mie seperti yang dinikmati oleh Bastian, cukup membayarnya seharga Rp 40 ribu.

Satu lagi yang layak dicoba adalah nasi goreng. Bang Din memasaknya dengan mentega. Untuk nasi goreng seafood dan daging dihargai Rp 15 ribu. Harga tersebut relatif terjangkau. Tapi soal rasa, masakan Bang Din boleh diadu dengan masakan chef di restoran mahal.

Kontributor Fatma, Nur Nisa

Komentar

Loading...