Mendata Warga di Simpang Peut

Mendata Warga di Simpang Peut
Ilustrasi

JW - Pemerintah Desa Simpang Peut, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat menjaring sebanyak 320 warga desa yang belum memiliki akta kelahiran. Hasil tersebut diperoleh dari pengumpulan data pendukung untuk persyaratan kepengurusan akta kelahiran dan kematian yang dilakukan oleh Petugas Registrasi Gampong (PRG).
 
Kepala Desa Simpang Peut, Sudirman U, mengatakan dari 320 jiwa warga yang telah dikumpulkan dokumen persyaratan tersebut pihak Desa baru mengajukan dokumen syarat kepengurusan akta kelahiran untuk 65 jiwa.
 
“Yang sudah kita ajukan ada 65 jiwa dari 320 jiwa warga yang belum memiliki akta kelahiran. Baru kita ajukan segitu karena sisanya banyak masih ada kendala disyarat yang belum dipenuhi sehingga belum bisa diajukan,” kata Sudirman, kepada Jurnalis Warga, Senin, 23 Oktober 2017.
 
Dirinya menyebutkan mereka yang belum memenuhi dokumen pendukung sebagai syarat tersebut diantaranya tidak ada buku nikah orang tua, surat keterangan lahir dan syarat lainnya. Untuk itu ia meminta kepada warga yang belum memenuhi syarat tersebut maka untuk segera mengurusnya.
 
Sedangkan dari dokumen syarat untuk 65 orang yang telah diajukan dua minggu lalu itu, kata dia, belum satu pun akta kelahiran yang diterbitkan oleh Disdukcapil setempat dengan alasan dinas tersebut kekurangan tenaga pendukung atau Sumber Daya Manusia (SDM) mereka kurang sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan proses.
 
“Sebelumnya kita ajukan  dokumen dan formulir pendaftaran untuk 55 jiwa namun karena ada kesalahan dalam pengisian formulir maka dikembalikan karena harus diketik bukan tulis tangan. Dan setelah kita perbaiki dan jumlah yang kita ajukan menjadi bertambah 65 jiwa. Tapi belum terbit satupun,” ujarnya.
 
Sudirman menegaskan dirinya kecewa dengan terlambatnya penerbitan akta kelahiran tersebut. Karena berdasarkan aturan, kata Sudirman, paling lambat akta kelahiran diterbitkan 15 hari setelah kepengurusan. Tapi, kenyataannya, pihak Disdukcapil baru mengeluarkan sekitar dua bulan mendatang karena membludaknya masyarakat yang mengurus akta kelahiran dan kematian. Ini semua setelah dianggarkannya Dana Desa oleh setiap desa yang ada di Kabupaten itu untuk kepengurusan identitas hukum terutama akta kelahiran dan akta kematian.
 
Dalam kesempatan itu Sudirman berjanji di tahun 2017 ini semua warga desa yang belum memiliki akta kelahiran dan kematian dapat dituntaskan. Sehingga di tahun 2018 nanti tidak ada lagi warga yang tidak memiliki identitas hukum itu.

Penulis Asna Dewi

Komentar

Loading...