Mendorong Bank Aceh Gulirkan Modal untuk IKM

Oleh ,
Mendorong Bank Aceh Gulirkan Modal untuk IKM
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menghadiri pertemuan dengan pejabat eksekutif PT Bank Aceh Syariah | Humas Pemerintah Aceh

Dana tersebut kini tersimpan di Bank Aceh Syariah dalam bentuk deposito. Nova menyebutkan dana bisa dikreditkan kepada para pelaku IKM Aceh

KBA.ONE, Banda Aceh - Salah satu komponen penting dalam usaha menurut Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah adalah modal, selain marketing dan manajemen. Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung pertumbuhan Industri Kecil Menengah atau IKM di Aceh melalui bentuk permodalan, regulasi, dan insentif lainnya.

Nova menilai, peran para pelaku IKM di Aceh ke depan akan menjadi kian strategis dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor industri dan perdagangan dalam mewujudkan visi Aceh Hebat. Sektor IKM lebih fleksibel, mampu mengurangi pengangguran, dan dapat meningkatkan kesejahteraan.

Supaya pelaku IKM mampu mengembangkan usahanya, Pemerintah Aceh menyusun langkah strategis untuk menggulirkan skema permodalan khusus bagi IKM. Sumber modal yang siap digelontorkan itu berasal dari dana pendidikan milik Pemerintah Aceh.

Dana tersebut kini tersimpan di Bank Aceh Syariah dalam bentuk deposito. Jumlahnya mencapai Rp1,2 triliun. Nova menyebutkan dana bisa dikreditkan kepada para pelaku IKM Aceh. "Poinnya, cepat-cepat buat bisnis plan dan ajukan ke Bank Aceh. Itu konkrit dan tidak bisa tidak," ujar Nova saat bertemu para pelaku IKM Aceh di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh, Senin malam, 22 April 2019.

Poinnya, cepat-cepat buat bisnis plan dan ajukan ke Bank Aceh. Itu konkrit dan tidak bisa tidak

 

Sebagai pemegang saham penentu, kata Nova, Pemerintah Aceh telah memerintahkan Bank Aceh agar memprioritaskan kredit produktif dan mengurangi kredit konsumtif. "Kita harus berdayakan pengusaha lokal yang memiliki inovasi dan menjadi pelaku utama ekonomi di Aceh melalui modal dan kekuatan sendiri," tegasnya disambut antusias para pengusaha.

Namun, sebelum mengajukan pinjaman, Nova meminta para pelaku IKM membuat proposal rencana usaha yang visibel dan berformat benar. Hal ini penting, kata Nova, karena nantinya akan dikontrol oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain modal, kata Nova, cara paling mudah mengembangkan usaha dengan menduplikasi bisnis yang sudah berhasil. "Sekarang sudah bisa, malam-malam [sambil istirahat] buka internet untuk duplikasi usaha apa yang cocok. Untuk yang sudah ada usaha, pikir bagaimana cara pengembangannya."

Menurut Nova, setiap usaha harus memiliki kemajuan setiap waktunya. Dia meminta kepada para pengusaha agar tidak cepat berpuas diri. "Cara paling mudah untuk sukses, kita belajar dari orang sukses."

Sekarang, kata Nova, banyak ruang kosong yang tersedia di kantor Kamar Dagang Industri atau Kadin Aceh. Dia menyilakan para pelaku IKM memanfaatkan beberapa ruang kosong untuk dijadikan kantor manajemen.

Pelepasan misi dagang ke Malaysia | Istimewa

Pada pertemuan malam itu di rumah dinas wagub, ada beberapa pengusaha IKM Aceh yang bersiap berangkat melakukan misi dagang ke Halal Expo di negara bagian Perlis, Malaysia. Jika nantinya mereka mendapat klien di Malaysia yang mau membeli produknya dalam jumlah besar, kata Nova, Pemerintah Aceh bersedia mengurus segala urusan ekspor dan impor.

Mendengar hal tersebut, para pengusaha IKM yang hadir menyatakan apresiasi atas kepedulian Nova Iriansyah terhadap pelaku IKM selama ini. "Terus terang sebagai pengusaha kami belum pernah mendapat perhatian demikian besar dari pemerintah selama ini," ujar Iskandarsyah Madjid, Dosen Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala yang juga salah seorang pelaku IKM yang berangkat ke Perlis.

Selain apresiasi, beberapa pengusaha juga menyampaikan segala gagasan maupun keluh kesah yang mereka miliki saat berdiskusi dengan orang nomor satu di Aceh itu. Perwakilan Kadin Aceh Muhammad Iqbal, misalnya. Ia mengisahkan perjalanan saat pertama memulai usaha sampai berhasil seperti saat ini.

Menurut Iqbal, hal terpenting dalam sebuah bisnis adalah berani mengembangkan ide. "Kita harus mulai dari hal yang tidak mungkin sampai menjadi kenyataan. Harapan kami pada adek-adek IKM ini harus berjuang. Mudah-mudahan apa yang kita upaya ini bisa berhasil," tutur Iqbal.

Adapun Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Muhammad Raudhi mengatakan pihaknya sangat berkomitmen menggenjot IKM di Aceh. Dengan berkembangnya IKM, kata Raudhi, nantinya UKM juga akan ikut berkembang. "Saya dengan IKM ini tidak pernah merasa letih. Sepanjang saya punya waktu silakan komunikasi. Kalau tidak bisa langsung bisa lewat WA. Selama ini begitu kita dampingi.

Raudhi meminta kepada pelaku IKM Aceh terus memproduksi barang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, kata Raudhi, siap membantu memasarkan. [ADV]

Komentar

Loading...