Menggenggam Kabut di Pantan Terong

Menggenggam Kabut di Pantan Terong
Puncak Pantan Terong ketika berkabut. | Foto: Fatma

Berada di puncak Pantan Terong, batas pandang cuma langit yang terpacak di ubun-ubun Bukit Barisan. Di kakinya, perkebunan kopi meringkuk dalam lekuk-lekuk lembah hijau.

KBA.ONE, TAKENGON – Ulfa tiba-tiba berlari kecil menuju pagar pembatas dinding tebing puncak Pantan Terong, Takengon. Sambil memegang handphone berkamera, perempuan 22 tahun asal Gayo ini berteriak, ”kabut turun…kabut turun…. Ayo foto! Momen ini jarang bisa dapat, loh,” seru Ulfa meyakinkan teman-temannya.

Selangkah kemudian, teman-teman Ulfa dan pengunjung yang melihat hamparan kabut turun dari ketinggian di atas 1750 mdpl itu mengekspresikan rasa takjubnya. Dan dengan lincah jari jemari mereka pun mengabadikan momen langka itu; klik, semuanya terekam dalam kartu memori.

Suasana sore di lokasi wisata Pantan Terong saat itu tengah dijajah hawa dingin yang menusuk tulang. Suhu panas dari seduhan kopi sanger arabica terlalu lemah melawan ektrimnya udara di puncak tertinggi wisata Takengon, Aceh Tengah, ini. Hampir semua pengunjung mengenakan jaket dan sal untuk menghalau dingin.      

Berada di puncak Pantan Terong, batas pandang cuma langit yang terpacak di ubun-ubun Bukit Barisan. Di kakinya, perkebunan kopi meringkuk dalam lekuk-lekuk lembah hijau.

Destinasi wisata Pantan Terong, Aceh Tengah, dari ketinggian di atas 1.350 mdpl. | Foto: Ist. 

Dari situ, mata bisa menangkap jelas pemandangan Takengon, ibu kota Aceh Tengah. Bergeser pandang sedikit tampak Danau Laut Tawar. Lalu, lapangan pacuan kuda Belang Bebangka di Kecamatan Pegasing dan Bur Gayo Highland.

Itulah sekilas kelebihan Pantan Terong, sebuah bukit yang puncaknya mentok di ketinggian 1750 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, Pantan Terong berada di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Telah lama tempat tersebut pamor sebagai lokasi wisata. Pemandangan dari tempat itu bertebaran di media sosial. Entah berapa banyak kamera yang telah merekam panorama di sana. Foto-foto tersebut bahkan terasa familiar walaupun diunggah tanpa caption. Ciri khasnya adalah pembatas tebing yang cembung seperti haluan kapal.

Pantan Terong dibangun sebagai lokasi wisata pada 1999. Ada juga yang menyebut tahun 2001. Almarhum Teuku Albar disebut-sebut sebagai yang berjasa merenovasi Pantan Terong. Kini, lokasi itu dikelola anaknya, Nazri Adlani. Pemerintah setempat juga ikut terlibat dalam pengelolaan Pantan Terong.

Nazri (kiri), pengelola Kafe  Keniko, sedang berbagi cerita dengan KBA ONE. | Foto: Dok KBA ONE.

Jarak Pantan Terong dari Takengon sekitar tujuh kilometer atau sekira 20 menit berkendara. Jalan menuju ke sana tergolong bagus. Yang perlu diperhatikan cuma kondisi jalan yang terjal.

Namun, kondisi itu bukan sebuah rintangan berarti. Dari data yang didapatkan KBA.ONE, jumlah pengunjung ke destinasi wisata itu mencapai 500 jika akhir pekan atau hari-hari libur lainnya. Tak hanya dari lokal, banyak juga pelancong dari Banda Aceh, Medan, bahkan Pulau Jawa, datang untuk menikmati keindahan Pantan Terong. Tempat wisata itu dibuka mulai pukul sembilan pagi hingga 20.00 WIB.

Bukit Terong

Jika merujuk pada bahasa Gayo, Pantan Terong bisa diartikan sebagai Bukit Terung. Nama ini ada kaitannya dengan tumbuhan ber-genus Solanum tersebut. Soalnya, di sekujur bukit, pengunjung bisa menjumpai tanaman terung. 

Kafe Keniko di Puncak Pantan Terong. | Foto: Fatma

Tak hanya melihat pemandangan saja, di Pantan Terong pengunjung juga bisa menyesap sajian kopi Arabika. Ada sebuah kafe bertengger di puncak bukit. Namanya, Keniko Coffee. Di situ, pengunjung bisa menghangatkan tubuh dengan kopi; mengusir hawa dingin yang terus membekap Pantan Terong.

Bayangkan, menyeruput kopi sembari memanjakan mata bakal menjadi sebuah keseruan berarti di akhir pekan. Atau, tambahkan satu lagi. Katanya, jika beruntung, pengunjung dapat menggenggam kabut ketika cuaca sedang muram. Tapi, teriakan kecil Ulfa kala menengok kabut-kabut putih turun, rupanya, telah menjauhkan keberuntungan untuk bisa memungut kabut-kabut impian dari Negeri di Atas Awan itu.  

Komentar

Loading...