Mengintip Kecanggihan CCTV Milik Pemko Banda Aceh

Mengintip Kecanggihan CCTV Milik Pemko Banda Aceh
Layar televisi yang menayangkan langsung peristiwa di sejumlah titik di Banda Aceh. Foto: KBA/Sukran Jazila.

Bahkan jika mereka melihat langsung adegan kriminalitas melalui cctv, petugas akan melaporkannya kepada polisi.

KBA.ONE, Banda Aceh - Deretan layat televisi berukuran besar tersusun memanjang. Masing-masing menayangkan gambar yang jelas dan bergerak. 10 layar ini terhubung dengan 41 kamera pengintai yang terpasang di sejumlah titik di Banda Aceh.

“Termasuk di pelabuhan,” kata Rajizal, seorang staf di Bagian IT dan Jaringan di ruangan cctv Gedung Madani Center, Selasa, 16 Januari 2018.

Tak sekadar menayangkan gambar, gambar di masing-masing televisi juga dapat diperbesar atau perkecil sesuai dengan kebutuhan. Semua di operasikan dari ruangan berpendingin. Rajizal sesumbar, cctv ini bahkan dapat melihat lebih dekat wajah pengendara. Seluruh data tersimpan selama 10 hari.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan cctv ini juga diperuntukkan untuk membantu kepolisian memantau dan menyelidiki kasus kecelakaan lalu lintas dan kriminal. Bahkan jika mereka melihat langsung adegan kriminalitas melalui cctv, petugas akan melaporkannya kepada polisi.

Gedung tersebut dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informasi dan Infromatika Banda Aceh. Rampung pada 2016 dan diresmikan oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal. Di sini terdapat fasilitas internet gratis, dan pelatihan jurnalistik.

Setelah berganti nama, dari Gedung Media Center menjadi Gedung Madani Center, bangunan di Jalan Teuku Nyak Arief, Gampong Prada, Banda Aceh, digunakan oleh tiga instansi. Dan saat ini, bangunan dan kompleks tersebut terus disempurnakan.

“Pembangunan tahap kedua sudah selesai. Kini dilanjutkan ke tahap ketiga, yaitu pembangunan musala dan pagar,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Banda Aceh T Taufik Mauliansyah.

Pengelolaan gedung itu disesuaikan dengan aturan baru seiring pengesahan Qanun Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), awal Desember 2016. Qanun ini memisahkan Dinas Kominfo dan Dinas Perhubungan dalam satuan berbeda. Gedung Madani Center, yang berada di depan kantor Dinas Perhubungan Banda Aceh, dimanfaatkan oleh kedua dinas itu.

“Gedung ini dibangun dari dana Otsus Pemerintah Aceh. Gedung itu difungsikan untuk kegiatan dinas dan instansi di Banda Aceh, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga dan SMK 5 Penerbangan pernah menggunakan gedung tersebut,” kata Taufik.

Komentar

Loading...