Mengukir Mimpi di KIA Ladong

Oleh ,
Mengukir Mimpi di KIA Ladong
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan beberapa pejabat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent | KBA.ONE/Ulfa

KBA.ONE, Banda Aceh - Mengenakan jaket bertuliskan 'CUSTOM', Pelaksana Tugas atau Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah berdiri dengan raut semringah di depan undangan yang meriung di bawah teratak jembar di Kawasan Industri Aceh di Ladong, Aceh Besar. Hari itu, Sabtu, 31 Agustus 2019, peletakan batu pertama pembangunan pusat logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent, dilakukan. Pusat logistik dan pergudangan terpadu tersebut dibangun untuk memperluas suplai kebutuhan barang dan meningkatkan jalur ekspor produk daerah.

Kawasan Industri Aceh atau KIA Ladong berada sekitar sembilan kilometer dari Pelabuhan Malahayati. Pembangunan Pusat Logistik Berikat sejalan dengan rencana pemerintah mengoptimalkan tol laut Aceh dengan menjadikan Pelabuhan Malahayati sebagai pusat bongkar muat kontainer. Pembangunan pusat logistik dinilai Nova sebagai bentuk perhatian Pemerintah Aceh dalam mendukung pengembangan iklim usaha di daerah.

KIA Ladong dibangun untuk merangsang masuknya investasi. Nova meresmikan kawasan itu pada 20 Desember 2018. Pemerintah Aceh menyediakan lokasi tersebut bagi investor luar dan lokal yang tertarik membangun pabrik atau berbagai industri.

Lokasi KIA Ladong termasuk strategis karena tidak begitu jauh dengan pusat ibu kota dan pelabuhan. Jarak ke pusat ibu kota Provinsi Aceh sekitar 20 kilometer. Kawasan industri ini juga berhadapan langsung dengan laut bebas. Luas area KIA Ladong yang sudah dibebaskan mencapai 66 hektare dari keseluruhan kawasan 250 hektare.

“Tidak ada lompatan besar tanpa langkah-langkah kecil. Hari ini, lompatan kecil Insya Allah akan menjadi loncatan besar,” ujar Nova Iriansyah. Di awal-awal pidatonya, ia mengenang sejenak bagaimana proses mendirikan KIA Ladong. “Pak Mustafa Hasbullah, dua tahun yang lalu kita mengukir mimpi di sini, dan ternyata memang tidak mudah. Kita perkirakan enam bulan, ternyata lebih dari dua tahun baru bisa memperlihatkan wujudnya. Terima kasih Pak Mustafa Hasbullah,” ujar Nova.

Mustafa Hasbullah yang dimaksud Nova adalah Ketua Tim Percepatan Pemanfaatan Kawasan Industri Aceh. Tim ini yang mendorong pembangunan kembali KIA Ladong setelah sempat terhenti pada 2009.

Trans Continent sendiri merupakan perusahaan pertama yang beroperasi di KIA Ladong. Perusahaan milik Ismail Rasyid, pengusaha asal Aceh Utara ini menanam modal awalnya di KIA senilai Rp5 miliar. Namun, jejak bisnis perusahaan Ismail ini terentang hingga lintas benua.

Trans Continent bergerak di bidang multimoda transport, logistics dan supply chain. Bisnis intinya di seputar industri pertambangan, perminyakan, energi, dan perdagangan domestik maupun internasional.

Selain memiliki 16 cabang di Indonesia, Trans Continent mempunyai dua kantor Australia dan Filipina. Jaringannya ada di 80 negara, didukung 370 karyawan, 15 persen di antaranya orang Aceh.

Lompatan kecil yang dilakukan sekarang, kata Nova, adalah membangun budaya. Tidak mudah, kata dia, melakukan langkah kecil tersebut.

Nova meminta tak ada lagi dikotomi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. Semuanya sama dalam satu negara untuk membangun kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh.

Nova memastikan tidak ada lagi halangan bagi investor untuk berinvestasi di Aceh. "Tidak ada lagi yang menghambat dan bertele-tele dalam soal pengurusan izin," ujarnya.

Pusat logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent di KIA Ladong diharapkan kelak menjadi bagian penting pertumbuhan industri di Aceh. Setidaknya, satu mimpi telah terukir.[] ADV

Komentar

Loading...