Mengulas Hotel Kyriad Muraya, Tempat Sandiaga Uno Menginap Saat Berkunjung ke Aceh

Mengulas Hotel Kyriad Muraya, Tempat Sandiaga Uno Menginap Saat Berkunjung ke Aceh
Suasana Hotel Kyriad Muraya di Malam Hari | Foto: KBA.ONE, Ghandi

Bangunan cukup mentereng itu tampak megah di pusat kota Banda Aceh. Lokasinya strategis, dekat Tugu Simpang Lima yang memiliki ikon lima pilar menjulang ke atas, bercorak "Pintoe Aceh".

KBA.ONE, Banda Aceh - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan rombongan berkunjung ke Aceh pada Selasa, 19 Oktober 2021 hingga Rabu, 20 Oktober 2021. Ini dalam rangka kunjungan kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam kunjungan ini Sandiaga Uno mendatangi beberapa lokasi wisata dan tempat menarik di Aceh.

Sebelum sampai di hotel, Sandiaga yang dikenal dengan program Oke Oce nya itu sempat menyambangi beberapa toko penjual cendera mata di Peunayong, Banda Aceh. Lalu, dia melanjutkan perjalanan ke salah satu masjid di Gampong Lambhuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tak berhenti di situ, pada malam harinya Sandiaga melanjutkan kunjungannya ke Kopi Solong, salah satu kedai kopi legendaris di Aceh yang berada di Jalan T Iskandar Muda, Lemasen Ulee Kareng. Terlihat dari video yang diunggah di akun instagramnya (@sandiuno), Sandiaga tampak antusias belajar menyaring kopi dengan saringan panjang khas Aceh.

“Kebangkitan Indonesia sebagai episentrum kopi dunia harus dimulai di Aceh, ” ucap Sandiaga pada pengelola Kopi Solong.

Usai dari Kopi Solong, pada pukul 21.30 WIB Sandiaga Uno tiba di salah satu hotel bintang empat di Banda Aceh.

Bangunan cukup mentereng itu, tampak megah di pusat kota. Lokasinya strategis, dekat dengan Tugu Simpang Lima yang memiliki ikon lima pilar bercorak ‘Pintoe Aceh’ ymmenjulang ke atas. Lima pilar itu memiliki makna yang merujuk pada lima rukun islam.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Berpose di Lobi Hotel Kyriad Banda Aceh |Foto: KBA.ONE, Ghandi

Hotel bertajuk Kyriad Muraya, berlokasi di Jalan Teuku Moh. Daud, Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, atau hanya sekitar 750 meter saja dari Masjid Raya Baiturrahman.

Tak hanya dekat dengan pusat kota, Hotel berlantai delapan ini juga dekat dengan beberapa kantor perbankan, gerai makanan cepat saji seperti KFC, Richese Factory, dan Pizza Hut yang tepat berada di sebelahnya. Serta dekat pula dengan beberapa kedai kopi populer seperti Tower Kopi, dan beberapa pusat perbelanjaan.

Dari depan terdapat dua jalur mobil, sebelah kanan untuk jalur masuk, dan kiri untuk jalur keluar, dengan pintu basement di tengah-tengahnya. Masuk ke lobi hotel, akan disambut seorang petugas yang membukakan pintu kaca dengan senyum ramah.

Meja resepsionis  berada tepat di balik pintu kaca itu. Di sisi kiri tampak restauran untuk pengunjung bersantap pagi. Dan di sisi kanan dua pintu elevator siap mengantarmu ke lantai yang diinginkan.

Hotel Kyriad Muraya berlantai delapan, namun pengunjung tidak akan menemukan angka 4t pada tombol di dalam elevator.

Menjadi suatu hal yang lumrah menghilangnya angka 4 dan 13 pada tombol elevator hotel. Merujuk pada kepercayaan Feng Shui, para pengusaha dan pengembang properti menganggap angka 4 dan 13 menyiratkan makna yang buruk, dan kerap kali dianggap sebagai angka sial.

Kamar hotel di setiap lantai nya, di Kyriad Muraya memliki kelebihan masing-masing. Misalnya di lantai dua, posisi kamar berdekatan dengan kafetaria bernama Daud Terrace yang menawarkan sensasi menyantap kuliner sambil menikmati pemandangan indah di pusat kota Banda Aceh.

Di lantai enam, desain kamar yang minimalis dengan hiasan lukisan abstrak di dinding. Serta aneka mebel berwarna hitam dan abu-abu. Dipan dan sandaran kasur nya terbuat dari kayu, selaras dengan meja, lemari dan lantai yang berbalut vinil.

Tempat Tidur di Kamar Lantai 6 Hotel Kyriad Muraya  | Foto: KBA.ONE, Ghandi

Terdapat sofa sepanjang 1,5 meter dan meja kerja di sana. Dengan jendela kaca yang lebar, berbalut gorden abu-abu dan putih. Di balik gorden, pemandangan Tugu Simpang Lima tampak memukau. Apalagi jika dilihat di malam hari, warna-warni lampu kota seolah saling bersahutan menyinari kota.

Di dalam kamar mandi, keramik bernuansa abu-abu serta toilet duduk dan wastafel berwarna putih terpasang di sana. Shower nya terpisah, berada di bilik kaca.

Kamar Mandi Hotel Yang Lengkap, Bersih, dan Mewah | Foto: KBA.ONE, Ghandi

Semakin naik ke lantai paling atas, maka pemandangan yang didapat pun semakin indah. Pusat kota Banda Aceh terlihat lebih luas dari jendela kamar di lantai 8 itu.

Pemandangan dari Lantai 6 di Kamar Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh  | Foto: KBA.ONE, Ghandi

Untuk santap pagi, tamu hotel diarahkan ke lantai 1 dekat dengan lobi. Ada banyak menu yang dihidangkan secara prasmanan di sana. Untuk menu utama tersedia nasi putih, ayam rica-rica, ikan asam pedas, bihun goreng, dan sayuran berada di satu meja panjang. Sedangkan telur dadar bisa di pesan di meja lainnya, seorang juru masak sudah bersiap di sana.

 Tersedia pula beberapa cemilan dan menu pendamping seperti aneka roti, bubur kacang hijau, dan aneka sereal. Untuk minuman nya, ada jus jeruk, jus guava, kopi, dan teh hangat.

Diketahui sebelum nya, Sandiaga Uno menginap di Hotel Kyriad Muraya selama 2 hari, yaitu pada Selasa, 19 Oktober 2021 hingga Rabu, 20 Oktober 2021. Hotel ini memang menjadi salah satu hotel primadona di Banda Aceh. Dengan harga kamar yang kompetitif denga hotel lain nya, mulai dari Rp600.000 an saja per malam nya, anda sudah bisamenginap di hotel mewah yang dekat dengan pusat kota Banda Aceh. ***

Anara

Komentar

Loading...