Menikmati Dimsum Rakyat Jajanan ala Anak Milenial

Menikmati Dimsum Rakyat Jajanan ala Anak Milenial
Gerai Dimsum Rakyat berlokasi di kawasan Lampineung, Banda Aceh . | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Aroma khas dimsum sangat menggugah selera bagi kebanyakan orang, baik remaja, muda bahkan orang dewasa juga terpengaruh untuk mencicipinya. Dimsum tentu sudah sangat familiar didengar, sebab makanan tradisional khas dari China ini sangat digandrungi di Banda Aceh, bahkan di China sendiri telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Dimsum merupakan cemilan sehat sehingga sangat populer di Aceh dan digandrungi oleh remaja sebagai jajanan masa kini ala milenial. Selain rasanya yang gurih dan krenyes, dimsum cocok untuk makanan pengganti nasi. Sehingga dimsum sangat mudah ditemui di berbagai kafe atau rumah makan karena sudah lazim dan tidak asing lagi di kalangan masyarakat.

Salah satunya Dimsum Rakyat di Jalan T Panglima Nyak Makam, Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, tepatnya di depan SMAN 4 DKI Jakarta, Banda Aceh.

Dimsum Rakyat menyediakan beberapa varian, yakni dimsum kukus yang terdiri dari berbagai varian, dimsum goreng dengan varian dimsum udang dan dimsum ayam. Dan yang paling best seller dimsum mentai dengan varian dan dimsum ayam original.

Petugas gerai Dimsum Rakyat sedang melayani konsumen. | Foto: KBA.ONE, TASYA

Selain itu, untuk setiap menunya dihargai mulai dari Rp15 ribu hingga Rp58 ribu, tergantung paketnya. Menunya antara lain dimsum ayam wortel, dimsum rumput laut, dimsum ayam original, dimsum ayam jamur, dimsum udang, dan dimsum mix.

Kemudian, proses penyajian makanan halal ini sangat higienis dan tempatnya sangat estetik. Cocok untuk dijadikan tempat tongkrongan dari berbagai kalangan tidak hanya muda mudi. Mereka buka setiap harinya sedari pukul 16:20 WIB-22:00 WIB, terkecuali di hari Kamis libur.

Ide awal usaha dimsum tersebut datang dari sekelompok anak muda terdiri lima orang akibat putus kerja karena pandemi Covid 19, yaitu Fauzul, Deva, Aldi, Devi, dan Intan.

"Menu awalnya dari pak Murdiansyah yang kami sapa dengan bang Iboy, mantan karyawan bank. Kemudian, uji coba resep hingga produksi dimsum sendiri," ujar Devi, salah seorang tim Dimsum Rakyat, kepada KBA.ONE, Sabtu 26 Desember 2020.

Koki sedang meramu dimsum bakar Muntai. | Foto: KBA.ONE, TASYA

Devi menyebutkan ide awal Iboy membuka gerai dimsum dengan meramu sendiri dimsumnya sangat laris. Kini, mereka membuka dua gerai, satu di Banda Aceh dan satunya lagi di Sabang. "Tidak menutup kemungkinan akan menambah lagi jumlah gerai di Banda Aceh," ujar Devi didampingi Deva, Fauzul dan Aldi. Mereka ini rata - rata berusia 24 hingga 25 tahun.

Usaha dimsum yang baru berusia sekitar satu tahun ini telah mengantongi omzet rata - rata Rp600 ribu hingga Rp1 juta perharinya.

Harapan dari lima sekawan tim Dimsum Rakyat akan terus mengembangkan usahanya sehingga dapat menampung tenaga kerja, kata Fauzul. | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...