Menjadikan Semua Sekolah Favorit

Menjadikan Semua Sekolah Favorit
Kadis Pendidikan Aceh Syaridin dan rombongan menuju SMAN I Sekerak. | Foto: Tekkomdik

“Di sini ada anak-anak kita, ada masyarakat yang menunggu sentuhan dan pelayanan kita sebagai abdi negara. Karena itu, program kerja melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang jauh dari jangkauan ibukota kabupaten dan kota akan terus kita lakukan,” Syaridin, S.Pd, MPd, Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

PERJALANAN menuju SMAN I Sekerak di Desa Suluk, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, adalah perjalanan yang mengunggah adrenalin. Medan yang terjal setelah membelah derasnya arus sungai, bisa saja menyurutkan semangat orang untuk datang ke sekolah itu. Tapi, medan berat ini, sebaliknya, justru menjadi penyemangat bagi Syaridin, S,Pd, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Dia datang bermodal kehendak hati yang kuat untuk membangun pendidikan ke arah lebih baik, merata, berkualitas dan memastikan akses pendidikan itu menjangkau hingga ke seluruh daerah pedalaman. “Kami datang sekaligus ingin memberikan motivasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan di daerah terpencil,” kata Syaridin.

Selasa 26 Juni 2018, ia mengunjungi sekolah pedalaman SMAN I Sekerak, Aceh Tamiang. Syaridin didampingi konsultan manajemen Dinas Pendidikan Aceh Drs Bakhtiar Ishak, Kepala Bidang Pembinaan SMK Miftahudin, Kepala Bidang Pembinaan SMK dan PKLK Zulkifli, Kepala SMAN 2 Banda Aceh Sarwan Joni serta pejabat Dinas Pendidikan Aceh Tamiang. 

Kadis Pendidikan Aceh Syaridin mengendarai motor menuju SMAN I Sekerak. | Foto: Tekkomdik.

Bagi Syaridin, kunjungan Sekerak merupakan sesuatu yang membahagiakan, karena diberi kemudahan melewati perjalanan yang begitu berkesan. “Ini semua karena izin Allah SWT, kami bisa sampai ke sekolah ini. Sehingga kita bisa melihat langsung bahwa di sini ada anak-anak kita, ada masyarakat yang menunggu sentuhan dan pelayanan kita sebagai abdi negara. Karena itu, program kerja melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang jauh dari jangkauan ibukota kabupaten dan kota akan terus kita lakukan,” ungkap Syaridin.

Syaridin mengaku senang bisa hadir melihat langsung proses belajar mengajar dan interaksi antara guru dengan murid di SMA pedalaman. “Saya yakin SMA ini ke depan akan tumbuh dan berkembang menjadi salah satu sekolah yang akan melahirkan anak-anak sebagai generasi penerus di masa mendatang," harap Syaridin.

Memang, meningkatkan mutu pendidikan di kawasan pedalaman merupakan salah satu program Aceh Hebat yang dicanangkan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah. Kebijakan Aceh Hebat itu menekankan misi pendidikan Anak Aceh Cerdas (carong) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional. Semua dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas.

Program-program yang akan dijalankan untuk tujuan Anak Aceh Carong tersebut antara lain:

a. Penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional baik formal dan non formal;

b. Penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik di dayah-dayah;

c. Pemerataan rasio guru untuk seluruh bidang studi di seluruh penjuru Aceh khususnya daerah terpencil;

d. Peningkatan kompetensi guru dalam bidang studi yang diajarkan secara merata di seluruh Aceh;

e. Penyediaan beasiswa bagi anak yatim dan anak orang miskin mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri;

f. Pengiriman putra-putri terbaik Aceh untuk mendapatkan pendidikan di universitas-universitas yang bergengsi di tingkat international dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ke depan saat kembali ke Aceh. 

SMAN I Sekerak. | Foto: Tekkomdik.

Konsultan manajemen Dinas Pendidikan Aceh Drs Bakhtiar Ishak mengapresiasi langkah Kepala Dinas Pendidikan Aceh melakukan kunjungan kerja ke sekolah-sekolah pedalaman di Aceh. Menurutnya, inilah program yang patut ditiru dan dilakukan oleh para kepala-kepala dinas lain. “Kepala Dinas itu bukan sekadar membuat konsep di atasi meja saja,” kata Bakhtiar Ishak.

Ia mengaku sangat bangga bisa mengunjungi SMAN I Sekerak. Menurut dia, sekolah ini memiliki prospek yang cukup bagus untuk dikembangkan. Siswa-siswinya memiliki potensi yang baik dan luar biasa. “Karena itu, tugas kami ke depan bersama kepala-kepala dinas untuk memikirkan konsep pengembangan mutu guru, penyediaan perangkat daerah, dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh sekolah. Kita mau mendukung sekolah di daerah pedalaman menjadi sekolah unggulan dan pavorit,” kata Bakhtiar Ishak.

Fenomena Sekolah Favorit

Dunia pendidikan kekinian di Aceh, belakangan mulai terusik.  Ini karena setiap tahun ajaran baru para orang tua murid di kabupaten kota beramai-ramai menyerbu sekolah–sekolah yang dianggap favorit dan sekolah unggul.  Alasan mereka, selain mengejar mutu pendidikan, hampir seratus persen murid di sekolah unggul dan favorit memiliki akses yang relatif lebih mudah untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Muhammad Ridwan, salah seorang orang tua murid di Banda Aceh, mengatakan walau biaya pendidikan tergolong mahal, mereka lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah unggul atau favorit di Banda Aceh, seperti Sekolah Islam Terpadu (SIT), SMA Fatih, SMA Modal Bangsa serta sekolah terpadu unggul lainnya. Bahkan tak jarang orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah unggul di luar Aceh sebab mereka tidak mau ambil resiko menyekolahkan anaknya di daerah kabupaten/kota. 

Kadis Pendidikan dan rombongan foto bersama guru dan siswa SMAN I Sekerak. | Foto: Tekkomdik.

Menyikapi fenomena ini, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, mengatakan ia bertekad untuk memperkuat lagi sekolah–sekolah di kabupaten/kota se Aceh.  Bahkan Syaridin berjanji akan menjadikan sekolah–sekolah terbaik mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi sekolah unggul atau favorit di wilayah pedalaman Aceh. “Kelak, sekolah favorit itu akan mampu mengimbangi sekolah favorit dan unggul yang ada di BandaAceh sebagai ibukota provinsi,” kata Syaridin.

Menurut Syaridin, sekolah favorit dan unggul itu sama saja, kalau sudah unggul pasti menjadi favorit. Tapi, jika dikatakan favorit karena sekolah tersebut unggul, maka kriteria unggul dan tidak itu sangat tergantung dari kurikulum yang tersedia. Mata pelajaran yang distandar nasional diperkuat oleh guru – guru terbaik, kemudian ekstra kurikuler juga menjadi andalan sekolah tersebut.

Sehingga, kata Syaridin,  sekolah itu unggul dari segala bidang bahkan dalam penerapan mutu pendidikan yang melibatkan berbagai pihak. “Termasuk juga komite sekolah selaku orang tua murid dilibatkan secara penuh dalam mengawasi kebutuhan mutu pendidikan,” sebut Syaridin.

Upaya yang mesti dilakukan oleh Dinas Pendidikan Aceh,  menurut Saridin, adalah tidak boleh hanya berteori di meja saja, namun pihak Dinas Pendidikan harus turun ke lapangan hingga ke daerah pelosok Aceh, daerah-daerah terisolir  dan daerah tertinggal di Aceh.

Apa yang menjadi kendala sehingga orang tua murid enggan menyekolahkan anaknya di daerah tersebut? Ini biasanya karena kawasan itu sangat sulit dijangkau sehingga banyak sekolah seperti tidak terurus, guru sering tidak masuk, padahal di sana sudah terlahir murid–murid yang pintar. “Bahkan sebahagian sudah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tentunya dari segi ekonomi orang tua mereka kurang mampu untuk membawa anaknya sekolah ke Banda Aceh atau ke luar Aceh,” ujar Syaridin. 

Kadis Pendidikan Aceh Syaridin bersama penyandang disabilitas. | Foto: Tekkomdik.

Setelah Syaridin serta tim pendidikan dari Dinas Pendidikan Aceh melihat langsung ke lapangan, salah satunya adalah SMA Negri 1 Sekerak, Aceh Tamiang, dengan jarak tempuh sekitar 21,5 KM dari Kuala Simpang, membuktikan bahwa masih ada daerah terpencil yang sulit dijangkau namun sekolah terus berjalan.

Padahal, murid-murid  di kawasan perkampungan Sekerak harus menempuh perjalanan ke sekolah dengan berjalan kaki sekitar 1 hingga 2 jam. “Yang membuat kita tergugah,  proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.  Karena itu, tekad kami akan menjadikan sekolah–sekolah unggul dan favorit dari kawasan terpencil, pedalaman dan daerah terisolir. Tentu dengan memperbaiki sarana prasarana hingga penguatan guru–guru terbaik untuk ditempatkan di sana,” janji Syaridin.

Menurut Syaridin, dari hasil kunjungan ke berbagai wilayah terisolir dan pedalaman di Aceh, pihaknya  akan membuat regulasi kepada guru–guru yang mengajar di daerah terpencil. Misalnya seperti rotasi untuk guru di daerah terpencil semestinya dilakukan 3 tahun sekali agar mereka tidak jenuh. Begitu juga tunjangan guru terpencil juga harus tersedia sehingga ada motivasi untuk tetap berada di kawasan mengajar.

Pihak Dinas pendidikan Aceh, kata Syaridin,  akan berkoordinasi dengan pemerintahan kabupaten kota agar menyiapkan anggaran pendidikan lebih besar selain memperbaiki prasarana jalan, ruang belajar, ruang lab dan lain sebagainya.

Sehingga anak-anak didik bisa mengembangkan pendidikan terbaik mereka di sekolah – sekolah daerah terpencil. Selain itu,  Syaridin berharap semua rencana penguatan sekolah di daerah pedalaman harus diperkuat dengan regulasi mutu pendidikan dan rasio guru yang rasional, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan berkualitas. Dengan demikian, semua sekolah nantinya menjadi favorit.***

Komentar

Loading...