Menjajal Adrenalin di Sungai Jalin

Menjajal Adrenalin di Sungai Jalin
Olahraga Arung Jeram di Sungai Jalin. | Foto: Dok Hutan Wakaf.

KBA.ONE, Banda Aceh – Menyebut nama Jalin, teringat Pegunungan Jalin. Tujuh tahun lalu, kawasan Blang Raya, Jalin, Jantho, adalah daerah paling diincar polisi karena dijadikan basis latihan militer oleh kelompok teroris. Tapi kini, Jalin berubah menjadi kawasan wisata menggiurkan bagi penyuka wahana adrenalin; Arung Jeram!

Arung jeram, atau bahasa kerennya rafting, adalah aktifitas yang memadukan unsur petualangan, edukasi, olahraga, dan rekreasi dengan mengarungi alur sungai yang ber ‘jeram’ menggunakan media boat karet, dayung, kayak, dan kano. Selain menguji nyali, aktifitas rafting juga beresiko. Tapi,  asal setia mengikuti aba-aba yang diberikan pemandu, semua akan aman-aman saja.

Selain nyali, rafting membutuhkan kondisi fisik yang prima, Ini sangat disarankan agar bisa melewati setiap rintangan yang ada di depan. 

Berolahraga rafting di sungai Jalin masih tergolong aman bagi pemula dan siapa saja yang ingin berakhir pekan membawa keluarga. Selain tak banyak bebatuan, arus sungai Jalin masih landai dan kompromis. Jalur pengarungan di sungai Jalin pun cocok untuk mereka yang menyukai pertualangan alam bersama keluarga. 

Rafting di Sungai Jalin, aman untuk pemula. | Foto: Yusri Walhi.

Jarak yang ditempuh menuju lokasi tidak terlalu jauh, hanya sekitar 4 km dari bawah jembatan Jalin hingga ke hutan wakaf. Daerahnya bersahabat karena sungai Jalin tidak seganas sungai Alas di Kuta Cane, Aceh Tenggara.  Jalin dapat diarungi para rafter pemula dan profesional. 

Hampir tidak ada kesulitan untuk arung jeram di sungai Jalin. Kawasan ini hanya memiliki grade I hingga III sehingga masuk dalam kategori aman untuk diarungi bersama keluarga yang membawa anak kecil. Olahraga ekstrem ini sudah cukup mendunia. Dan Sungai Alas, Ketambe, Kutacane, Aceh Tenggara, adalah daerah pelopor arung jeram di Provinsi Aceh. . 

Romi, pemandu wisata rafting Jalin yang juga seorang profesional di bidang rafting,  menjelaskan debit sungai Jalin cukup stabil di saat musim pancaroba dengan kontur sungai sedikit bebatuan di atas permukaan. "Gerak arus sungai menjadi berombak dan riak. Jika musim  panas maka debit air akan menurun," katanya.

Di Banda Aceh dan Aceh Besar, olahraga rafting  baru dimulai sekitar 3 tahun belakangan. Rafting pertama kali diadakan di Jantho pada 2014 dan masih aktif hingga sekarang.  "Di sini kami lebih dikenal saat hadirnya  komunitas hutan wakaf,” kata Romi kepada KBA.ONE di Jantho, Ahad 22 April 2018.

Romi bilang potensi wisata arung jeram di Aceh cukup besar. Tapi, karena minimnya informasi maka banyak orang yang tidak mengetahui aktifitas ini. “Dulu belum banyak penikmat wisata arung jeram. Tapi sekarang rafting sudah bukan dianggap olahraga berbahaya lagi. Rafting sudah menjadi wisata kekinian untuk semua kalangan,” kata Romi.

Menurut Romi, jika Anda ingin nge-trip arung jeram di Jalin, pastikan Anda harus merogoh kocek sbesar Rp350 ribu per orangnya, dengan batas usia 5 hingga 70 tahun. Minimal dalam satu tim itu terdiri dari  5 orang.  “Ini masih tergolong mahal karena kami masih sewa alat-alatnya,” kata Romi, menutup percakapannya. Anda berminat?  Yuk, nge-rafting di sungai Jalin. Pasti seru!.
 

Komentar

Loading...