Menjajal Kereta Api Putri Deli Medan - Kisaran

Menjajal Kereta Api Putri Deli Medan - Kisaran
KA Putri Deli. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Tak lagi rapid test, penumpang kereta wajib mematuhi prokes dan dibekali pelindung wajah (faceshield).

KBA.ONE, Medan - Sabtu, 13 Februari 2021, Stasiun Kereta Api Medan tampak ramai. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi. Matahari pun belum sepenuhnya keluar. Di pintu masuk petugas sudah bersiap memeriksa kondisi suhu tubuh penumpang yang akan berangkat. Mencuci tangan dan memakai masker juga menjadi kewajiban yang harus dilakukan. 

Sebagian penumpang terlihat sedang melakukan check in di konter tiket yang disediakan. Di sisi kanan penumpang lainnya mengantri untuk masuk ke gerbong kereta api tujuan masing-masing. Hari itu, KBA.ONE mencoba menjajal Kereta Api Putri Deli kelas ekonomi rute Medan - Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. 

Suasana di gerbong 3 KA Putri Deli. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Dengan membeli tiket seharga Rp 27 ribu, kita bisa menikmati perjalanan di atas kereta api tersebut. Jika sebelumnya PT KAI mewajibkan penumpang untuk melakukan Rapid Test saat bepergian, namun kali ini peraturan itu sudah sedikit dilonggarkan. Selain mewajibkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan melakukan cek suhu tubuh, PT KAI juga memberikan pelindung wajah (faceshield) untuk setiap penumpang yang sudah membeli tiket.

Ini adalah keberangkatan pertama di hari itu, yaitu pada pukul 7.00 WIB. Lokomotif dan gerbong kereta tampak sudah siap mengantarkan penumpang. Pertama memasuki gerbong kereta, terlihat 2 jenis kursi dengan muatan yang berbeda. Di satu sisi kursi dapat memuat tiga orang penumpang, dan di sisi lainnya diperuntukkan bagi penumpang berjumlah dua orang. Masing-masing kursi di desain saling berhadapan, dengan rak bagasi barang di atasnya. 

Pramugari KA Putri Deli. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Meskipun hanya kereta kelas ekonomi, fasilitas yang disediakan cukup lengkap dan nyaman. Di masing-masing gerbong terdapat 5 pendingin ruangan. Terdapat toilet di setiap pintu gerbong kereta, dan juga kantin untuk membeli makanan dan minuman. Di kantin, seorang prami (pramugari) kereta api tampak sibuk di balik bar. 

Seorang prami tengah mempersiapkan makanan. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Terdapat beberapa meja di sana untuk penumpang menyantap makanan mereka. Ada beberapa menu yang disediakan, seperti nasi goreng, mie instan, mie pecal, dan lainnya. KBA.ONE mencoba memesan nasi goreng seharga Rp 25 ribu, cukup terjangkau untuk seporsi nasi goreng dengan telur mata sapi, ayam goreng dan acar di dalamnya. 

Nasi goreng, salah satu menu andalan di KA Putri Deli. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Makanan sudah lebih dulu dimasak, prami hanya menghangatkan kembali ketika ada penumpang yang memesan. Namun tidak usah khawatir akan kualitasnya karena makanan diproduksi di hari yang sama. Rasanya juga cukup enak di lidah. Selain itu, di kantin kereta juga menyediakan aneka minuman seperti air mineral, teh, minuman kemasan, dan lainnya.

Bagi Anda pengunjung yang merasa malas untuk pergi ke kantin, cukup menunggu saja di tempat duduk masing-masing, dan prami akan datang menawarkan makanan ke setiap gerbongnya. 

CEO KBA ONE Mohsa El Ramadan dan keluarga tengah menyantap makanan di kantin KA Putri Deli. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Salah seorang penumpang tampak membeli mie pecal seharga Rp 15 ribu saat prami membawakan makanan di lorong kereta. Penumpang itu adalah Agus, yang juga bertujuan ke kota Kisaran. "Kalau dulu masih enak, ada yang jual-jual pecal itu masuk, harganya cuma goceng (Rp5.000,-), sekarang udah gak boleh lagi, diambil orang ini lah, pecel kayak gini jadi Rp 15 ribu," ucap Agus sambil tertawa.

Agus yang naik di Stasiun Batang Kuis ini pun bercerita pengalamannya naik kereta api  saat pertama kali pandemi Covid 19. "Kemarin awal-awal berjarak ni bang, satu kursi satu orang, sekarang padat lagi," kata Agus. 

Suasana di Stasiun Besar KA di Medan. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Di awal keberangkatan dari Stasiun Medan, gerbong memang tampak sepi, banyak kursi yang kosong. Namun saat di Stasiun Batang Kuis, banyak penumpang masuk menempati bangku-bangku yang kosong. PT KAI menerapkan hanya 70% kursi saja yang terisi dari total kapasitas penumpang yang tersedia. Meskipun begitu, suasana di dalam gerbong tetap terasa padat, dan protokol kesehatan untuk menjaga jarak pun jadi terabaikan. Khususnya untuk kursi penumpang dengan kapasitas 3 orang terlihat terisi penuh dan saling berhadap-hadapan, masing-masing blok berisi 6 orang penumpang.

Kursi yang disediakan terasa tidak nyaman untuk perjalanan jauh, selain karena bentuk sandarannya yang tegak lurus, penumpang harus duduk berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. 

Suasana di Stasiun KA Kisaran. | Foto: KBA.ONE, Ghandi.

Kereta Api Putri Deli rute Medan-Kisaran menempuh jarak 175 Kilometer dalam waktu 4 jam 20 menit. KA akan berhenti di beberapa stasiun seperti di Batang Kuis, Aras Kabu, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Perlanaan, Lima Puluh, Sei Bejangkar, Kisaran, dan mengakhiri perjalanan di Tanjung Balai, Asahan. Tut...tut...tut...Siapa hendak turun...!  ****

Komentar

Loading...