Menjawab Persoalan Pemuda Aceh dengan Qanun

Menjawab Persoalan Pemuda Aceh dengan Qanun
Iluastrasi | Ideapers.com

Permasalahan pemuda hari ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh. Beberapa program penguatan pemuda yang diusulkan belum direspon pemerintah. | Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra.

KBA.ONE, Banda Aceh -  Baru-baru ini, Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi kepemudaan. Dalam rapat tersebut sejumlah perwakilan OKP Aceh memberikan masukan-masukan tentang  masalah pemuda  yang akan dimasukkan dalam rancangan qanun inisiatif DPRA tentang kepemudaan Aceh.

“Kita minta masukan dari mereka, pemuda bagaimana yang diinginkan oleh pemuda itu sendiri, idealnya pemuda hari ini itu bagaimana,” kata Ketua Komisi V DPRA, Muhammad Alfatah, kepada KBA.ONE, Rabu 5 September 2018 usai menggelar rapat tersebut di gedung utama DPRA.

Fatah menjelaskan qanun tersebut tidak berbicara masalah kepemudaan saja, tapi dengan qanun ini bisa menjawab persoalan-persoalan pemuda Aceh hari inI. Seperti masalah anggaran untuk pemuda yang sangat minim.

“Permasalahan pemuda hari ini sangat besar dan kongkrit, jadi qanun ini harus benar-benar sempurna untuk menjawab masalah-masalah tersebut,” ujarnya.

Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra, mengatakan permasalahan pemuda Aceh hari ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh. Hari ini persoalan yang terjadi pada pemuda  Aceh adalah pengangguran, pergaulan bebas, radikalisme, dan narkoba yang diibaratkan sudah seperti api dalam sekam, tak nampak di atas tapi di bawah sudah merajalela. “Tahun ini kita sudah usulkan program penguatan pemuda, tapi belum direspon. Ini artinya pemerintah kurang perhatian kepada kami para pemuda,” kata Wahyu.

Kegiatan-kegiatan pemuda yang diusulkan itu tujuannya untuk melatih pemuda seperti basic training kepemimpinan, pelatihan  dan kewirausahaan. "Tapi, Dispora Aceh tak menanggapi, malah mengatakan anggaran tidak bisa dicairkan karena ada dualisme di KNPI. Padahal, Persoalan dualisme di KNPI sudah selesai, janganlah berpolitik dengan pemuda,” ujarnya.

Wahyu berharap qanun ini bisa membendung persoalan dan kondisi pemuda Aceh hari ini. “Dengan regulasi atau rancangan qanun ini, permasalahan pemuda di Aceh bisa selesai, bukan malah menghambat,” katanya.

Target Rancangan Qanun akan diselesaikan tahun ini. "Masih ada perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan asisten komisi usai mendapat masukan dari hasil rapat tersebut. Insya Allah ke depan RDPU akan dilakukan secepatnya, sampai diparipurnakan,” kata Fatah. ***

 

Komentar

Loading...