Menyantap Belut Tumis di Kafe Monyet Legendaris

Menyantap Belut Tumis di Kafe Monyet Legendaris
Tumis Belut Cabai Hijau di Kafe Monyet | Foto : KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Warung ini dikenal dengan nama Kafe Monyet, karena dulunya ada 2 ekor monyet yang dipelihara oleh sang pemilik.

Di antara persawahan dan pepohonan pisang, sebuah bangunan berkanopi biru tampak mencolok di persimpangan jalan, di dekat jembatan. 

Tanpa plang nama, siapa sangka tempat ini merupakan sebuah rumah makan yang menyediakan aneka makanan lezat. Yang menjadi favorit di sini adalah tumis belut cabe hijau dan tumis entoknya.

Kafe Monyet Tampak dari Depan | Foto : KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Saat KBA.ONE berkunjung ke sana pada Senin, 22 November 2021, tampak beberapa pelanggan sedang menikmati santap siang mereka. Tak jauh dari sana, terdengar suara minyak mendidih diikuti aroma masakan yang menggoda.

Tentu saja itu adalah aroma tumisan belut dan entok yang sudah kami pesan sekitar 30 menit sebelumnya. Ya, memang di sini  tidak menyediakan makanan siap saji, melainkan harus dipesan terlebih dahulu sebelum sampai ke lokasi.

"Minimal satu jam sebelumnya lah bang, supaya makanannya tetap fresh," ucap salah satu pekerja di sana.

Tumis Entok Khas Kafe Monyet | Foto : KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Warung ini dikenal dengan nama Kafe Monyet karena dulunya ada 2 ekor monyet yang dipelihara sang pemilik warung bernama ibu Erni.  "Orang tau nya ini Kafe Monyet namanya bang, atau sekarang bisa dicari di google namanya Warung Belut KM," kata pekerja tadi.

"Udah 20 tahun lebih lah buka nya bang, dari dulu udah jual belut, entok, sama ayam kampung," tambahnya.

Warung belut ini berlokasi di Jalan Pantai Labu Sidodadi Ramunia, Pasar Enam, Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Untuk dapat memesan belut dan makanan lainnya, bisa menghubungi nomor whatsapp 085372699199.

Seporsi belut untuk aneka varian dijual dengan harga Rp35.000. Sedangkan entok untuk aneka varian dijual dengan harga Rp80.000 per porsinya.

Berkunjung ke Kafe Monyet tak hanya sekedar menyantap makanan yang nikmat, namun juga dapat merasakan suasana kampung dan persawahan yang masih asri dan terjaga keindahannya. ***

Anara

Komentar

Loading...