Menyerang Mabes Polri, Benarkah ZA 'Serigala Sendirian'?

Menyerang Mabes Polri, Benarkah ZA 'Serigala Sendirian'?
Tangkapan layar video penyerangan yang beredar di internet.

Tetangganya menyebut bahwa ZA adalah sosok yang penyendiri, pendiam dan tertutup.

KBA.ONE, JAKARTA -- ZA menyerang Markas Besar Polri, Rabu 31 Maret 202. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut perempuan berusia 25 tahun itu sebagai teroris yang beraksi sendirian atau lone wolf. Jejak yang ditinggalkan ZA memang serupa dengan karakteristik 'serigala sendirian', tapi orang tuanya berkata lain. 

Pada Rabu sore itu, ZA datang sendirian dan menerobos masuk ke Markas Besar Polri. Dia lalu melepaskan tembakan sebanyak enam kali menggunakan air gun ke arah polisi. Aparat lantas menembak mati perempuan muda itu. 

Setelah kematiannya, penyidik menemukan surat wasiat ZA di kediamannya di Ciracas, Jakarta Timur. Surat tulisan tangan untuk keluarganya itu berisikan sejumlah pesan, termasuk pesan terkait isu politik. 

"Pesan berikutnya untuk kaka agar di rumah Cibubur jaga dede dan mama, ibadah kepada Allah dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak," demikian penggalan surat ZA. 

Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama adalah mantan Gubernur DKI Jakarta. Dia diketahui sempat memicu kemarahan publik karena pernyataannya menyinggung ayat Alquran pada 2016 silam.

Sejumlah anggota kepolisian berjaga pasca penembakan terduga teroris di kawasan Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). - | Republika/Putra M. Akbar.

Penyendiri

Komentar

Loading...