Menyeruput Kopi di Antara Kapal Nelayan yang Menepi

Menyeruput Kopi di Antara Kapal Nelayan yang Menepi
Pemandangan di Kedai Kopi Muskaria | Foto : KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Sebuah pondok kayu terapung di antara kapal-kapal itu, warna kapalnya menarik perhatian, mulai dari kuning, merah, hingga hijau kebiruan.

Pagi itu langit Ulee Lheue mendung, rintik hujan perlahan turun. Jatuh menembus kulit bumi. Dari bibir pantai, Pulau Weh tampak tertutup kabut tipis, hanya siluetnya saja membayang dari seberang lautan.

Memasuki Gampong Jawa, pemandangan berbeda bertaburan, di antaranya gunung sampah nan megah dan segerombolan kapal nelayan yang terpakir di antara mulut kuala Krueng Aceh, di sisi kiri jalan.

Sebuah pondok kayu terapung di antara kapal-kapal itu, warna kapalnya menarik perhatian, mulai dari kuning, merah, hingga hijau kebiruan. Seorang pria paruh baya berbadan tinggi tegap menarik saringan kopi khas Aceh di balik meja barnya yang sederhana.

Kedai Kopi Muskaria Tampak dari Depan | Foto : KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Dia adalah Muskaria, yang sudah membuka kedai kopi di sana sejak dua tahun lalu. “Sebelumnya saya 5 tahun jualan di sana, di sini baru dua tahun saja,” ucap Muskaria sambil menunjuk ke arah gunung sampah.

Senin, 18 Oktober 2021, Muskaria tampak cukup sibuk, padahal waktu masih menunjukkan pukul 08.20 WIB. Tapi, pelanggannya sudah datang dan saling bercengkrama di kedai kopi di pinggir laut yang berseberangan dengan rumah susun itu.

Kopi yang dijual Muskaria tergolong murah, Hanya Rp4.000 untuk segelas kopi hitam, dan Rp6.000 untuk segelas kopi susu panas. Selain itu di sana ia juga menjual aneka minuman lain seperti milo susu, teh tarik, energen, air jahe, dan lainnya.

Muskaria Sedang Meracik Kopi | Foto : KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Untuk makanan, hanya tersedia kue basah dan juga gorengan, serta kue bolu yang diberi harga Rp2.000 per potongnya.

Di sisi kanan kedai kopi itu terdapat jalan yang terbuat dari kayu menjorok ke tengah sungai, beberapa kapal bersandar di sana. Seolah menjadi sebuah dermaga kecil bagi kapal nelayan, namun juga tak kalah menarik untuk dijadikan tempat berfoto bersama teman maupun pasangan.

“Jangan marah-marah, selesaikan aja terus,” ucap salah seorang pelanggan sambil tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya.

Ya, kedai kopi memang bukan hanya sekadar tempat pelepas dahaga. Tapi juga tempat menyelesaikan masalah, terkadang dibumbui guyonan dan cerita penuh canda dan tawa.

Bosan dengan sensasi ngopi yang begitu-begitu saja, datanglah ke kedai kopi Muskaria di Gampong Jawa, kenikmatan minum kopi tak hanya soal cita rasa, tapi juga suasana yang berbeda disuguhkan di sana; alami dan menebar banyak cerita.

Anara

Komentar

Loading...