Menyilih Lumpur Menjadi Komunitas Motor Ileuhob

Menyilih Lumpur Menjadi Komunitas Motor Ileuhob
Para anggota komunitas motor trail Ileuhob. | Foto: Ist

Selain ajang silaturrahmi, Ileuhop ingin memamerkan objek wisata yang belum terjamah di Aceh.

KBA.ONE, Banda Aceh — Pamor Komunitas Pemotor Trail Ileuhob kini mulai diperbincangkan di Aceh. Apalagi belakangan, karena reputasinya, banyak rider yang kepincut ingin bergabung di komunitas motor jangkung ini. Padahal, Ileuhob belum berumur panjang, baru satu tahun lebih.

Penggawa Ileuhob Teuku Rezi Fahlevi bilang komunitas ini berdiri sejak 4 Februari 2019. Jika dihitung-hitung kalender Masehi, 4 Februari 2021 nanti, usia Ileuhob baru genap 2 tahun; masih "belia".

"Komunitas ini sangat menyukai tantangan, hingga sudah melintasi beberapa track hampir di seluruh kawasan Aceh Besar, salah satunya Air Terjun Seuneurah," cerita Rezi, sedikit berbangga.

Terbentuknya Ileuhob, lanjut Rezi, bermula dari tongkrongan biasa yang berlanjut ke hobi. Ide dan gagasan digabungkan menjadi satu, lalu terbangun kesepakatan bersama, hingga akhirnya terbentuk komunitas ini.

Rider komunitas Ileuhob saat melintasi track di kawasan Aceh Besar. | Foto: Ist

Pemilihan diksi Ileuhob sendiri diambil dari bahasa Aceh. Sinonim dari kata "lumpur". "Karena motor trail identik dengan lumpur dan gestur tanah yang dilintasi juga selalu berlumpur," ungkap Rezi.

Spesifikasi motor jenis trail ini memang memiliki desain berbeda. Bodinya tampak ramping tapi kokoh dengan ground clearance tinggi agar bisa menembus medan berat, berlumpur, terjal dan sedikit berbahaya.

"Mesinnya harus memiliki torsi besar, ban disesuaikan, jenis ban pacul agar daya cengkeramnya lebih kuat," kata Rezi merinci.

Apa tujuan dibentuknya komunitas Ileuhob? Menurut Rezi, untuk menjalin silaturrahmi antar komunitas. Selain itu, memperkenalkan objek wisata yang belum terjamah banyak orang, terutama masyarakat Aceh sendiri.  

"Harapan kita semua bisa memberikan dampak positif terhadap pariwisata di Aceh,” jelas Rezi kepada KBA.ONE, Selasa, 11 November 2020.

Saat ini ada sekitar 23 rider aktif dan rutin mengikuti latihan setiap minggu bersama Ileuhob. Sementara rider yang ingin bergabung di komunitas Ileuhob jumlahnya juga cukup lumayan, yaitu 80 hingga 100 orang.

Domisili rider ini didominasi warga Banda Aceh dan Aceh Besar. Selebihnya datang dari berbagai daerah kabupaten/kota lain di Aceh. "Umumnya laki-laki. Kami tidak merekomendasikan partisipan perempuan karena ini komunitas ekstrem dan sedikit berbahaya," jelas Rezi.

Rezi mengaku pernah sedikit trauma ketika terjadi insiden kecil pada event sebelumnya terhadap peserta perempuan hingga akhirnya harus ada yang dievakuasi. "Makanya akan kita filter lagi," katanya.

Kebijakan mempertimbangkan rider perempuan bukan berarti membatasi siapapun untuk bergabung karena komunitas ini sangat terbuka untuk umum dan dari semua kalangan.

Para rider saat beristirahat setelah melewati track panjang di wilayah Aceh Besar . | Foto: Ist

“Alhamdulillah, kita selalu mendapat tempat di hati warga sehingga kita masih eksis dan diterima semua pihak. Buktinya, kita seringkali diundang dalam berbagai event,” ucap Rezi.

Di ulang tahun ke-2 nanti, tim Ileuhob berencana menggelar event sekaligus ajang silaturrahmi yang melibatkan banyak pihak. "Kita sedang membentuk tim untuk survei track sekilas di beberapa titik. Informasi lebih lanjut nanti kami kabari," sambung Rezi optimis.

Untuk tugas-tugas itu, Rezi mendelegasikannya kepada Amir. Dia yang bertugas melakukan survei dan menentukan jalur, berkoordinasi dengan pawang track, Beni, yang menguasai kawasan Panca, Lembah Seulawah hingga ke kawasan Kunyet, Pidie. Karena itu, kata Rezi, seluruh raider wajib mematuhi intruksi dari Amir.

“Secara pribadi saya menyarankan semua pihak yang terlibat dalam hobi trail adventure wajib safety riding. Ini penting untuk menghindari kecelakaan seperti body protector, brace neck, sepatu boot, goggle, dan pakaian offroad,” jelas Rezi mengingatkan.

Rezi juga menyinggung soal keprimaan fisik para rider. Sebab, selain memprioritaskan pengecekan kondisi mesin motor, fisik, teknik dan latihan sangat penting agar bisa mencapai finish untuk menghindari kegagalan dalam menyelesaikan track adventure.

Baru-baru ini, kata Rezi, Ileuhob menyelesaikan visit ekstrem ke Air Terjun Tujuh Bidadari, Aceh Utara. Selain itu, pernah juga mengikuti ajang Aceh Dirt Bike (ADB) ke-4 di wilayah Gampong Siron Blang, Kabupaten Aceh Besar.

Di dalam komunitas Ileuhob sendiri ada bergabung beberapa komunitas di antaranya CAHROAD, PAXCO, di event RAON dan dari berbagai komunitas di luar daerah.

“Kita tidak ada persaingan, selalu welcome. Di sini bukan siapa yang pro, tapi seberapa bisa kita berinisiatif agar saling tolong-menolong jika kemungkinan terjadi trouble di track yang berat,” sebut Rezi.

Salah satu track yang dilintasi para rider Ileuhob di wilayah Aceh Besar. | Foto: Ist

Dia berharap ke depan Ileuhob semakin solid dan bermanfaat bagi orang lain. Sebagaimana slogan dari Ileuhob, “ileuhob tempat ajang silaturrahmi” siapapun bisa bergabung.

Ileuhob, menurut Rezi, selalu berusaha memberikan konten positif dan merangkul semua komunitas agar terjalin dan terjaga silaturrahmi antarklub.

"Kebersamaan itu indah. Apalagi pada saat latihan bersama kita lolos melewati track berat, semuanya menjadi asyik karena tujuan kita itu menikmati keindahan alam. Rasanya ada kenikmatan yang tidak bisa dibeli,” ungkap Rezi.

Semoga kelak komunitas motor jangkung Ileuhob terus berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang. Tak cuma gagah menguncang arena berlumpur, reinkarnasi Ileuhob diharapkan mampu berperan menjadi duta wisata Aceh untuk nusantara dan jagat internasional. | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...