Menyingkap Ceruk Bisnis Anara Agara

Menyingkap Ceruk Bisnis Anara Agara
Anara di bengkel sparepart. | Foto: Ist

Berawal jual es lilin dan kerupuk di sekolah, kini jaringan bisnis perempuan 28 tahun ini meluas dan menggurita.

HIDUP di lingkungan keluarga broken home bukan perintang bagi seseorang untuk meraih mimpinya. Bahkan, tak sedikit mereka yang terlahir dari keluarga kurang harmoni lebih memiliki jiwa tangguh, mandiri, dan sukses di kemudian hari.

Desi Anara Desky adalah salah satu contoh sosok inspiratif itu. Perempuan kelahiran Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), 30 Desember 1992, ini meraih sukses di usia 28 tahun. Ia melewati masa-masa rumit dan terkadang menjengkelkan. Bagaimana kisahnya?

Bercerita khusus kepada KBA.ONE, di sebuah tempat yang teduh di sudut kota Banda Aceh, Jumat 8 Januari 2021, perempuan berparas ayu ini tampak bersahaja. Mengenakan dress kuning dipadu hijab berwarna selaras, senyum manis Anara mengembang ketika ia mulai membagi cerita hidupnya.

Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku sudah belajar hidup mandiri sejak usia 8 tahun. Usia yang seharusnya dihabiskan untuk bermain seperti anak-anak pada umumnya. Tapi, Anara kecil mengubah kelaziman itu dengan berjualan. Padahal, ia baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Memang dari kecil basic saya dagang. Karena, kan, saya keluarga broken home, orang tua pisah waktu dulu Anara usia 7 tahun. Saya tinggal dengan almarhum kakek sama nenek, bisa dibilang dari semua cucunya yang paling dekat, ya, dengan Anara gitu," ungkap Anara yang kala itu berjualan es lilin dan kerupuk di sekolah.

Teras Narasa di Ulee Lheue. | Foto: Ist.

Ketika duduk dibangku SMP, Anara memilih berdagang pulsa handphone. Dan hebatnya, di usia 15 tahun, saat duduk di kelas 1 SMA, dia sudah memiliki konter sendiri yang diberi nama Anara Ponsel. Kelak, warung itu Anara wariskan untuk orang tuanya di kampung.

Dari usaha itu, Anara bisa membangun rumah orang tuanya. Modal awalnya dulu, kata dia, ngutang ke kepala sekolah (Kepsek). “Yang berjualan pulsa itu Pak Kepsek, Anara jadi agennya," kenang Anara. 

Dari penjualan pulsa, dalam sehari Anara bisa mengumpul uang Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. "Tapi dulu uang segitu, kan, sudah besar apalagi saat itu di sana juga enggak ada orang yang jualan pulsa," katanya.

Di sekolah, Anara adalah sosok yang ramah. Ia dikenal oleh kalangan guru dan siswa karena penyandang gelar juara umum dari SD hingga SMA. Tapi, ia menolak tawaran beasiswa ke perguruan tinggi. Sampai-sampai orang tuanya protes. Anara bersikap konsisten memilih jalur dagang.

Komentar

Loading...