2 Tahun Jejak Aceh Hebat

Menyongsong PON 2024 yang Bersejarah

Oleh ,
Menyongsong PON 2024 yang Bersejarah
Nova Iriansyah usai rapat perdana panitia pemenangan PON di Sekretariat Pemenangan Bidding PON di Stadion Lhong Raya, Selasa, 16 Januari 2018 | Humas Pemerintah Aceh

Setelah 70 tahun PON bergulir, Aceh akhirnya terpilih menjadi tuan rumah pekan olahraga empat tahunan tersebut pada 2024 bersama Sumatera Utara.

KBA.ONE, Banda Aceh - Sejak dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah terus berusaha mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional maupun regional. Upaya-upaya ini dilakukan melalui Aceh Teuga, satu dari 15 program unggulan dalam Aceh Hebat.

Salah satu hal paling menonjol yang diraih pada Aceh Teuga adalah keberhasilan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 bersama Sumatera Utara. Prestasi berskala nasional ini didapatkan setelah Aceh dan Sumut memenangkan suara terbanyak dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa, 24 April 2018.

Aceh-Sumut ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXI setelah menyisihkan Bali-NTB, dan Kalimantan Selatan. Penetapan dilakukan melalui mekanisme voting yang diikuti perwakilan KONI dari 34 provinsi se-Indonesia. Aceh dan Sumut terpilih setelah mendapatkan 24 suara. Sedangkan Bali -NTB yang mendapatkan 8 suara menjadi cadangan pertama, dan Kalsel yang meraih 2 suara sebagai cadangan kedua.

Menjadi tuan rumah event olahraga empat tahunan tersebut merupakan sejarah baru bagi Aceh. Irwandi Yusuf begitu gembira kala itu. Jika sebelumnya Aceh pernah pernah menjadi modal bagi Indonesia, kata Irwandi, dengan pencapaian tersebut Aceh telah menjadi ibu olahraga nasional.

Irwandi mengaku sedang dirawat di rumah sakit tapi ia memaksakan diri hadir ke sidang KONI untuk memberikan dukungan. Irwandi juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan persiapan sehingga Aceh ditetapkan sebagai tuan rumah PON. "Aceh bersama Sumatera Utara siap melaksanakan PON ke 21. Ini event yang sangat penting bagi masyarakat Aceh. Untuk itu, kita akan berusaha melengkapi venue yang dibutuhkan,” ujar Irwandi.

Total ada 24 venue yang disiapkan dan tersebar di sejumlah daerah. Menurut Irwandi, berbagai fasilitas pendukung juga masih terus dipacu seperti transportasi laut, udara dan darat, fasilitas kesehatan dan keamanan.

Meskipun PON XXI berlangsung beberapa tahun lagi, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan sejak sekarang. Di Aceh ada sejumlah kabupaten dan kota yang akan dilibatkan sebagai lokasi PON. Sementara untuk pembangunan sarana dan prasarana masih terus digenjot. Pemerintah Aceh akan memanfaatkan PON 2024 untuk mendongkrak perekonomian dan pariwisata.

***

Tak hanya Irwandi, apresiasi serupa juga datang dari Nova Iriansyah yang kini menjadi pelaksana tugas Gubernur Aceh. Saat pembubaran tim bidding PON XXI tahun 2024 di pendopo Gubernur Aceh, Nova memuji dedikasi panitia pemenangan Aceh sebagai tuan rumah PON. "[Tim] ini luar biasa. Meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, tapi semuanya bekerjasama dan bekerja keras untuk memenangkan bidding ini,” ujar Nova pada Jumat, 4 Mei 2018.

Nova mengatakan Aceh baru kali ini menjadi tuan rumah PON selama 70 tahun sejarah pekan olahraga ini berlangsung di Indonesia. "Kita sempat berupaya untuk bisa tampil sebagai tuan rumah PON ke-20 tahun 2020, tapi kalah bersaing dengan Papua yang mendapat suara terbanyak,” ujar Nova.

Dia menilai keberhasilan tim bidding PON memenangkan Aceh sebagai tuan rumah bukanlah hal mudah. Karena itu, kata Nova, keberhasilan panitia bidding patut mendapatkan apresiasi dari pemerintah atas kerja keras yang sudah dilakukan. "Meskipun panitia kita bubarkan malam ini, tapi perlu tim kecil untuk terus mengawal sampai adanya SK dari Kemenpora dan presiden," ujarnya.

Nova meminta agar semua dokumen bidding PON sejak dari awal hingga berhasil memenangkan Aceh sebagai tuan rumah, disimpan dengan baik sebagai bukti sejarah kepada generasi yang akan datang. "Agar mereka tahu bahwa ini tidak jatuh dari langit, tapi ada sejarahnya," ujar Nova.

Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar mengatakan, keberhasihan memenangkan Aceh sebagai tuan rumah PON merupakan sebuah kebanggan bagi semua tim yang telah bekerja keras. "Apa yang kita impi-impikan kini sudah menjadi kenyataan. Kita sudah mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan PON tahun 2024," ujarnya.

Nova Iriansyah bersama para atlet Aceh setelah menutup Popda XV di Lapangan Musara Alun, Aceh Tengah, Selasa, 8 Mei 2018 | Humas Pemerintah Aceh

***

Torehan prestasi tak hanya menjadi tuan rumah PON. Melalui Aceh Teuga, pemerintah membangun kerjasama bidang sepak bola dengan klub-klub atau pelatih ternama luar negeri untuk membina bibit-bibit pesepak bola dari Aceh. Salah satu yang telah dilakukan adalah menghadirkan pelatih dari luar negeri untuk membina atlet sepakbola U-16 dalam kurun waktu 2018-2019. Kemudian, pembinaan atlet usia 16-18 tahun dengan jumlah 150 orang saban tahun. Agar pola pembinaan lebih berkualitas, mereka ditempatkan di asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Aceh kawasan Lhong Raya, Banda Aceh.

Pemerintah Aceh juga meningkatkan intensitas dan kualitas pembinaan olahraga bagi usia muda. Seperti yang dilakukan di PPLP Aceh. Sejumlah kejuaraan nasional diikuti oleh atlet pelajar Aceh. Mereka meraih prestasi di berbagai cabang. Misalnya, menjadi juara pada Kejuaraan Nasional Sepak Bola Antar PPLP 2018 yang digelar di Tanah Rencong. Lalu pada Kejuaraan Nasional Karate Antar PPLP 2018 ketika Aceh juga menjadi tuan rumah.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga menyediakan sarana dan prasarana olahraga serta insentif yang mendukung peningkatan prestasi olahragawan. Tak kalah penting adalah meningkatkan frekuensi event kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.

Pada 2018, Aceh dipercayakan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) I Sumatera 2018. Tak hanya menjadi tuan rumah, beberapa prestasi pun diraih di ajang ini. Di antaranya tim sepak bola Aceh meraih medali emas.

Sementara tahun ini, Pemerintah Aceh menjadi tuan rumah untuk beberapa kejuaraan nasional tingkat pelajar. Seperti Kejuaraan Nasional Anggar PPLP/PPLPD dan Kejuaraan Nasional Silat PPLP/PPLPD.

Selain itu, melalui Aceh Teuga, pemerintah melakukan program try out kepada para atlet. Try out merupakan program pembinaan peningkatan prestasi atlet Aceh melalui ajang uji coba pertandingan. Tahun ini, pemerintah membawa atlet Aceh usia 16-18 tahun untuk try out ke Australia.[ADV]

Komentar

Loading...