Menyorot Galian C Diduga Ilegal, Camat Rusip Antara: Perusahaan Tidak Melapor

Menyorot Galian C Diduga Ilegal, Camat Rusip Antara: Perusahaan Tidak Melapor
Sungai mewa tempat material galian C yang diduga dikeruk untuk digunakan oleh perusahaan membuat jalan tembus pameu - gempang | Foto : KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Galian C bukaan jalan tembus Geumpang – Pameu Seksi III diduga menggunakan material ilegal dari aliran Sungai Mewa Kampung Paya Tampu Kecamatan Rusip Antara Kabupaten Aceh Tengah, warga menyebut kontraktor layaknya preman menguras material sungai Mewa.

Pekerjaan yang menelan anggaran hingga Rp44 Miliar itu dimenangkan oleh PT. Sentra Multikarya Infrastruktur dari Jawa Barat, anggaran yang digelontorkan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dibawah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusat.

Ironisnya, selain Pemerintahan Kampung Paya Tampu yang belum mendapat informasi tentang galian C yang digunakan oleh perusahaan itu, pihak Kecamatan Rusip Antara pun turut diabaikan.

Hal itu dikatakan langsung oleh Camat Rusip Antara Iskandar, pihaknya hingga hari ini tidak tau terkait Galian C yang digunakan, lantaran pihak perusahaan tidak pernah melapor ke Kecamatan.

“Kami hanya tau pembukaan jalan Pameu-Geumpang, ini hanya tau saja, kalau untuk koordinasi atau pemberitahuan tidak ada sampai ke Kecamatan,” kata Iskandar saat dihubungi KBA.ONE melalui sambungan selularnya, Sabtu 3 Juli 2021.

Lebih lanjut kata dia, dengan dalih apapun, jika galian C yang digunakan tanpa ijin secara otomatis pasti akan merusak lingkungan, terlebih lagi, kawasan itu adalah kawasan hutan lindung.

“Kami hanya bisa menegur, apa galian C itu mengantongi ijin, jika diikuti mekanisme ijin harus rapat dulu, termasuk didalamnya ada rekomendasi desa dan Camat, baru naik ke Kabupaten dan seterusnya hingga ijin itu dikelurkan,” terang Iskandar.

“Meski tidak dilapor ke Kecamatan, seharusnya aparatur desa tau tentang pekerjaan itu, Kita tidak benarkan galian C tidak ada ijin, pasti akan merusak lingkungan,” timpalnya.

Ia meminta, proyek jalan tembus Geumpang – Pameu dengan panjang ruas jalan 30 Km dan sudah terealisasi 1 Km itu memenuhi ijin, salah satunya ijin Galian C yang digunakan di lokasi bukaan jalan tersebut.

Dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau langsung lokasi pengerjaan, sekaligus menemui pihak pihak perusahaan untuk menanyakan kembali menyangkut Amdal dan ijin operasionalnya.

“Ini wacana kami, selanjutnya kami rumuskan dulu dengan Danramil dan Kapolpos kapan waktu yang tepat, karena proyek ini adalah proyek jalan tembus yang diidamkan oleh masyarakat,” tutup Camat Rusip Antara, Iskandar.

Komentar

Loading...