Merosot, Mitsubishi Berencana Tutup Pabrik Pajero di Jepang     

Merosot, Mitsubishi Berencana Tutup Pabrik Pajero di Jepang     
 Mitsubishi Pajero atau dikenal juga dengan nama Montero dan Shogun.| Dok. Mitsubishi.

KBA.ONE, Jakarta -- Mitsubishi Motors berencana menutup fasilitas produksi SUV Pajero di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang. Menurut just-auto.com yang mendapat informasi dari narasumber eksklusif, penutupan itu karena permintaan Pajero terus menurun saban tahun.

Pajero merupakan SUV menengah yang juga dikenal dengan nama Montero atau Shogun. SUV ini berbeda dengan Pajero Sport yang diproduksi dan dijual di Indonesia.

Pabrik Pajero di Jepang dioperasikan oleh Pajero Manufacturing Company, anak perusahaan Mitsubishi Motors. Selain memproduksi Pajero, pabrik juga melahirkan SUV Outlander dan MPV Delica.

Pabrik dikatakan bakal ditutup pada 2023, sementara produksi Pajero bakal dihentikan pada 2021. Sebanyak 900 orang pekerja dialokasikan ke pabrik lain di Jepang.

Pabrik di Sakahogi mampu menghasilkan 130 ribu unit per tahun. Meski begitu kapasitas telah berkurang lebih dari setengah pada tahun fiskal yang lalu.

Mitsubishi Motors dipercaya bakal mengumumkan penutupan pabrik pada 27 Juli, saat mempresentasikan rencana bisnis jangka menengah yang fokus mengubah operasi untuk menyesuaikan permintaan kendaraan global.

Mitsubishi Motors saat ini sedang mengalami masa sulit bahkan sebelum krisis karena pandemi Covid-19. Selama Januari-Mei produksi kendaraan global jatuh 31 persen menjadi 391 ribu unit.

Produksi global pada tahun fiskal lalu, yang berakhir 31 Maret 2020, drop 7,4 persen menjadi 1,33 juta unit.

Mitsubishi Motors juga masih mengalami efek negatif penjualan kendaraan usai skandal kecurangan angka efisiensi bahan bakar yang terbongkar pada 2016.

(

Komentar

Loading...