Minim Anggaran, KONI Agara Terancam Gagal Ikuti Pora Tahun 2022

Minim Anggaran, KONI Agara Terancam Gagal Ikuti Pora Tahun 2022
Ketua Harian KONI Agara, Ilham. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) terancam gagal mengikuti Pekan Olahraga Aceh (Pora) yang dijadwalkan tahun 2022 di Kabupaten Pidie. Pasalnya, anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Tenggara dipastikan minim alias nihil.

Di tengah banyaknya cabang olah raga (cabor ) yang terdaftar untuk dipertandingkan pada Pora Aceh mendatang, Agara malah terancam tak ikut dalam perhelatan tersebut.

Minim dan krisisnya dana yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten kepada KONI Aceh Tenggara tahun 2021 ini, dikhawatirkan akan menjadi ancaman yang serius bagi sejumlah cabang olahraga di Agara, bahkan dapat dipastikan terancam tak ikut dalam kegiatan tersebut.

Informasi yang dihimpun KBA.ONE, Sabtu 14 Agustus 2021, dari berbagai sumber menyebutkan berdasarkan hasil rapat pengurus KONI Aceh Tenggara, dengan puluhan ketua asosiasi cabang olahraga beberapa hari yang lalu disebutkan, proposal usulan dari cabor jauh melebihi dana yang tersedia di KONI Agara 2021.

Dalam rapat tersebut pengurus cabang olahraga banyak mengusulkan anggaran mulai dari Rp100 Juta hingga Rp240 juta rupiah, namun hanya untuk mengikuti Pra pora juga sebagai syarat atlet dari berbagai cabor untuk ikut Pekan Olahraga Aceh 2022  mendatang di Kabupaten Pidie.

Dengan kondisi minim dana KONI, bila dibandingkan dengan besarnya usulan dana yang diajukan pengurus cabang olahraga untuk mengikuti Pra Pora, jelas tidak terpenuhi karena tak sesuai dengan alokasi dana KONI, kata Sumber, yang disebut-sebut anggarannya hanya Rp300 Juta.

Oleh karena itu, wajar untuk saat ini warga dan pengurus beberapa cabor merasa pesimis dan khawatir jika Aceh Tengggara tak bisa ikut Pora, yang akan berlangsung di kabupaten Pidie pada tahun 2022 mendatang. 

"Tak mungkin dengan dana 300 juta, pengurus cabor bisa mengikuti pra pora, karena dana sebesar itu akan habis hanya untuk pra pora bagi beberapa cabor saja. Padahal Aceh Tenggara disebut akan  ikut dalam 13 cabang olahraga,” kata salah satu sumber yang enggan identitasnya ditulis.

Terkait minimnya alokasi dana tersebut, sumber menduga hal itu ditengarai lemahnya analisa pengurus KONI Aceh Tenggara, terkait kalender kegiatan olahraga tahunan di tingkat provinisi, akibatnya setiap menjelang even-even penting, Aceh Tenggara selalu diterpa krisis dana.

Saat ini, dikatakan sumber pemkab dan DPRK harus mengambil kebijakan sebagai solusi agar 13 dari 36 cabor yang diperlombakan dan dipertandingkan pada pra pora Pidie tahun 2022 mendatang, bisa diikuti oleh kontingen Aceh Tenggara.

Sebelumnya, Ketua Harian KONI Agara, Ilham, membenarkan minimnya dana KONI untuk tahun 2021. "Ya hanya senilai Rp300 juta, sedangkan cabor yang diutus mengikuti pra pora sebanyak 13 cabang olahraga, jelas minim", sebut Ilham pada Jum'at 13 Agustus 2021.

Berikut cabang olahraga yang rencananya mengikuti pro pora tahun depan diantaranya, drum band, karate, muay thai, atletik, tinju, menembak, futsal, pencak silat, sepak bola, arung jeram, pentaque, catur dan badminton.

Kemudian, bagi cabor populer lainnya seperti sepak takraw, renang, tenis meja, balap sepeda, balap motor, kempo dan bola voli, Aceh Tenggara dipastikan absen pada pora 2022 akan datang.

Terkait  terancamnya beberapa cabor yang ikut pada Pora 2022 dan Pra Pora 2021 ini, Ilham menambahkan akan membahas kembali  bersama pihak pemkab dan pengurus KONI Aceh Tenggara. 

"Kita akan ambil kebijakan jika tidak semua cabor dapat diikutsertakan ke pora dengan mengurangi peserta maupun cabor yang akan diperlombakan", ungkap Ilham.

Anara

Komentar

Loading...