MIUMI Aceh Prihatin Tim Medis Meninggal Tangani Pasien Corona

MIUMI Aceh Prihatin Tim Medis Meninggal Tangani Pasien Corona
Dr.Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA. | Foto: ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Majelis Intelektual Dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh menyatakan sangat prihatin atas banyaknya korban meninggal terinfeksi virus corona atau convid-19 dari kalangan medis.

"MIUMI Aceh turut belasungkawa atas meninggal sejumlah dokter dan perawat di Indonesia yang selama ini berjuang mati-matian di garis terdepan dalam menghadapi virus corona dan menyelamatkan nyawa manusia dari virus yang mematikan ini di Indonesia," ujar Muhammad Yusran Hadi, Lc ketua MIUMI Aceh, melalui siaran pers yang dilayangkan kepada KBA.ONE, Rabu 25 Maret 2020.

Yusran Hadi, yang juga berprofesi sebagai Da'i, mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat, baik pejabat, pemimpin maupun warga negara secara keseluruhan agar mematuhi larangan keluar rumah hingga masa inkubasi virus corona berlalu atau sesuai himbauan pemerintah dan harus dipatuhi agar tetap stay dirumah.

Seharusnya kita mengambil pelajaran dari kasus corona di Italia yang sedang mewabah saat ini dengan angka kematian mencapai 5.476 orang dan terinfeksi 59.138 orang menurut data detik.com tanggal 23 Maret 2020. "Maka itu saya menghimbau agar masyarakat melakukan sosial distancing atau menjaga jarak dalam bersosial," ujar Tengku Yusran Hadi.

Menurutnya, jika bertindak bandel dan keras kepala justru akan memperburuk suasana dan mempercepat penyebaran virus corona keseluruh masyarakat baik dalam daerah juga bisa meluas hingga keseluruh negri, kata Yusran Hadi.

Yusran juga mengingatkan, bahwa jangan sia-siakan perjuangan dan pengorbanan para dokter dan perawat yang telah menjadi korban dan meninggal dunia akibat berjuang untuk menyelamatkan nyawa manusia dari virus corona. Begitu pula perjuangan dan pengorbanan para dokter dan perawat yang masih terus berjuang dari awal wabah muncul sampai saat ini. "Mereka rela meninggalkan suami, istri dan anak mereka untuk kita semua. Mereka bekerja keras tampa mengenal lelah dan pamrih untuk menyelamatkan nyawa manusia dari virus corona." Tegasnya.

Mereka para tim medis meminta kerjasama kita untuk tetap tinggal di rumah selama wabah penyakit ini berjangkit, agar perjuangan dan pengorbanan mereka selama ini tidak sia-sia, jelas Yusran Hadi.

Dalam kondisi seperti ini, diharapkan kepada pemerintah untuk segera menyediakan fasilitas medis yang memadai kepada para dokter dan tim medis dalam menangani pasien corona di Indonesia, khususnya Aceh.

Kemudian selain berikhtiar, Yusran Hadi juga mengajak masyarakat untuk bertaubat dan bertawakkal kepada Allah SWT serta memperbanyak ibadah, zikir dan doa. Selain berdoa untuk diri sendiri juga untuk keluarga, "mari kita juga berdoa untuk para dokter dan perawat serta kaum muslimin agar dilindungi Allah SWT dari wabah penyakit virus corona," harap Yusran Hadi.

Komentar

Loading...