Terbukti Bisa Terbang!

Montir Tak Tamat SD Rakit Pesawat Ultralight

Montir Tak Tamat SD Rakit Pesawat Ultralight
Chaerul sedang merakit pesawat ultralight. | Foto: Detikcom.

"Saya masih gemetar merasakan sensasi terbang untuk pertama kalinya," kata Chaerul.

KBA.ONE, Pinrang - Chareul, 40 tahun, tak asal merakit pesawat ultralight. Pesawat itu terbukti bisa terbang!

Chaerul adalah warga Pallameang, Mattiro Sompe, Pinrang, Sulsel. Pesawat yang dirakitnya selama 3 bulan itu akhirnya diterbangkan Rabu 15 Januari 2020.

Video momen terbangnya pesawat Chaerul ini ramai dibagikan oleh netizen di sosial media. Dari video yang beredar, pesawat tersebut take off dan mendarat dengan mulus setelah sempat berputar-putar di langit Kabupaten Pinrang."

"Saya masih gemetar merasakan sensasi terbang untuk pertama kalinya," kata Chaerul saat dihubungi detikcom, Rabu 15 Januari 2020.

Montir sepeda motor pengangkut gabah ini sebelumnya telah melakukan uji coba terhadap pesawat rakitannya sebanyak dua kali, namun gagal terbang.

"Ada beberapa komponen yang saya ganti termasuk mesinnya, dan akhirnya bisa terbang," jelasnya.

Chaerul mengaku terobsesi membuat pesawat terbang karena penasaran ingin naik pesawat. "Saya belum pernah naik pesawat, makannya bikin sendiri," katanya.

Pesawat terbang jenis ultralight buatannya itu terbuat dari barang bekas seperti roda gerobak pengangkut pasir, sedangkan sayap yang terbentang di atas pesawat tersebut terbuat dari parasut bekas yang biasa dijadikan penutup mobil. Adapun mesinnya terbuat dari mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 cc.

"Untuk badan pesawat saya menghabiskan biaya Rp 8 juta sementara untuk mesin motor Rp 15 juta," tutupnya. ***

Komentar

Loading...