Nagasari Bireuen Yang Diminati dan Disinggahi

Nagasari Bireuen Yang Diminati dan Disinggahi
Seorang pedagang sedang melayani pembeli kue nagasari, Sabtu 7 Agustus 2021 | Foto : WAKNEN JULI.

KBA.ONE, Bireuen - Sebagai salah satu oleh - oleh khas Kabupaten Bireuen, kue basah nagasari tetap digemari oleh banyak kalangan, khususnya pelintas yang khusus singgah membelinya.

Tak sulit menjangkau lokasi penjualannya, karena persis berada di pinggir jalan negara Banda Aceh-Medan, tepatnya sebelum masuk terminal Kota Bireuen. Jejeran toko kue nagasari gampang ditemui di kiri dan kanan badan jalan.

Menurut Ramlah, seorang pedagang kue nagasari, dirinya sudah berjualan nagasari jauh sebelum pemekaran Kabupaten Bireuen menjadi kabupaten defenitif. Namun ia akui penjualan sekarang meningkat lebih tajam dibanding dulu.

"Untuk kualitas tetap kami jaga, yakni menggunakan gula putih, bukan pemanis buatan," ujarnya seraya cekatan memasukkan kue yang dibariskan rapi di dalam kotak.

Harga per kotak juga telah disepakati oleh ke semua pedagang nagasari di sana, yakni Rp15 ribu untuk kotak isi 10, 20 ribu untuk isi 13, hingga yang paling besar kotak isi 30 buah yang dihargai Rp45 ribu.

Setiap hari rata-rata pedagang bisa menghabiskan hingga 1000 an unit nagasari, yang dibeli oleh pelintas antar kota. Tak hanya siang hari, pembeli pun ramai singgah pada malam hari.

Untuk proses pembuatan sendiri, sejumlah pedagang mengaku membuatnya tidak di toko, melainkan di rumah masing-masing. "Disini hanya mengukus saja, sedangkan pembuatan di rumah," tambah Ramlah.

WAKNEN JULI /Kontributor Bireuen.

Anara

Komentar

Loading...