Negara Ini Anjurkan Warganya Buang HP Buatan China

Negara Ini Anjurkan Warganya Buang HP Buatan China
Ilustrasi | Ist

Sistem di ponsel Xiaomi memiliki daftar sensor yang berisi 449 kata kunci dalam bahasa China dan terus diperbarui.

KBA.ONE, Jakarta - Kementerian Pertahanan Lithuania menyarankan warganya untuk tidak membeli ponsel China dan menganjurkan untuk membuang ponsel China yang mereka miliki. Imbauan ini dikeluarkan setelah laporan pemerintah Lithuania yang menemukan ponsel-ponsel tersebut sudah ditanami sistem sensor.

Badan keamanan siber Lithuania mengatakan ponsel flagship Xiaomi yang dijual di Eropa memiliki sistem built-in yang bisa mendeteksi dan menyensor kata kunci seperti 'Free Tibet', 'Long live Taiwan independence', atau 'democracy movement'.

National Cyber Security Centre yang merupakan bagian dari Kementerian Pertahanan Lithuania mengatakan fitur tersebut sudah dimatikan di software untuk Xiaomi Mi 10T 5G untuk wilayah Uni Eropa, tapi fitur ini masih bisa diaktifkan kapan saja.

"Rekomendasi kami adalah untuk tidak membeli ponsel China baru, dan untuk membuang (ponsel) yang sudah dibeli secepat mungkin," kata Wakil Menteri Pertahanan Lithuania Margiris Abukevicius, seperti dikutip dari Reuters, Kamis 23 September 2021.

Laporan ini mengungkap bahwa sistem di ponsel Xiaomi memiliki daftar sensor yang berisi 449 kata kunci dalam bahasa China dan terus diperbarui. Sistem ini juga mencakup kata kunci yang dimasukkan ke dalam browser.

"Ini penting tidak hanya bagi Lithuania tapi untuk semua negara yang menggunakan peralatan Xiaomi," kata National Cyber Security Centre dalam laporannya.

Imbauan pemerintah Lithuania ini sepertinya dipengaruhi oleh hubungan kedua negara yang sedang tidak harmonis. Bulan lalu, China meminta Lithuania menarik duta besar mereka di Beijing dan mengancam akan menarik perwakilan mereka di Vilnius setelah Taiwan mengumumkan perwakilan mereka di Lithuania akan mengusung nama Taiwanese Representation Office.

Selama ini kantor perwakilan Taiwan di Eropa dan Amerika Serikat selalu menggunakan nama Taipei, dan menghindari penggunaan nama Taiwan yang diklaim sebagai wilayah China.

Laporan National Cyber Security Centre juga menyebutkan bahwa ponsel Xiaomi diketahui mengirimkan data ponsel yang terenkripsi ke server di Singapura. Mereka juga mengaku menemukan celah keamanan di Huawei P40 5G, tapi celah yang sama tidak ditemukan di ponsel OnePlus.

Perwakilan Huawei di kawasan Baltik mengatakan bahwa ponsel mereka tidak mengirimkan data pengguna ke pihak eksternal. Sementara itu pihak Xiaomi tidak memberikan komentar saat diminta responsnya oleh Reuters.

Anara

Komentar

Loading...