New Normal Indonesia, Harapan Kebahagiaan yang Terus Tertunda

New Normal Indonesia, Harapan Kebahagiaan yang Terus Tertunda
Ilustrasi. | Foto: Ist

Penulis : Evan Febriansyah dan Sari Hanum

GELOMBANG demi gelombang Pandemi Covid-19 yang melanda pada awal 2020 telah merubah sistem kehidupan di dunia. Berbagai negara terdampak dan jatuh bangun dalam berusaha mengatasi berbagai dampak ekonomi, sosial, dan kesehatan berupa korban jiwa yang terjadi akibat penyakit ini.

Data WHO per 8 oktober 2021 menyebutkan sebanyak 236,599,025 kasus telah terdeteksi dengan jumlah korban jiwa mencapai 4,831,486, dan Indonesia merupakan satu dari banyak negara yang terus berusaha pulih dari hantaman virus ini.

Hampir dua tahun sudah masyarakat Indonesia berjuang untuk bertahan dengan kondisi saat ini. Proses pemulihan yang diharap cepat ternyata berjalan lambat. Gelombang demi gelombang peningkatan kasus yang terus terjadi, bersamaan dengan munculnya berbagai varian baru dari Covid-19 seakan tidak ada habisnya menguji kesabaran dan ketahanan negara ini beserta masyarakatnya.

Vaksinasi menjadi salah satu upaya pamungkas dunia untuk menyudahi “kejayaan” virus Covid-19. Kekebalan tubuh yang ditingkatkan diharap akan meminimalisir dampak dari Covid-19 sehingga meski virus tersebut tidak bisa dibasmi habis, namun kita akan dapat kembali beraktivitas seperti semula, tanpa harus terus menggunakan masker di masa yang akan datang. Walau pro dan kontra terus mengiringi pelaksanaan vaksinasi, namun secara tren yang terlihat terjadi penurunan kasus di Indonesia setelah proses vaksinasi berlangsung. Semoga tren positif ini terus berlanjut.

New normal bagi Indonesia seolah menjadi harapan yang tak kunjung tiba, namun kita bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang tangguh dan kuat. Dengan segala tenaga, biaya, dan waktu yang terpakai dalam penanganan Covid-19, ditambah tren penurunan kasus yang terus terjadi diharap akan menjadi jalan yang pada akhirnya akan mengantar Indonesia menuju kondisi normal yang baru. Dengan masyarakat yang lebih tangguh dibanding sebelumnya, dan siap bersaing untuk menjadi negara maju kedepannya.***

Penulis merupakan Peneliti di Balai Litbangkes Aceh

Anara

Komentar

Loading...