Ngaku Keluarga Adhiyaksa, Seorang Ibu Dilapor ke Polres Aceh Tengah

Ngaku Keluarga Adhiyaksa, Seorang Ibu Dilapor ke Polres Aceh Tengah
Seorang ibu (PP) saat ditegur oleh pesonel Polisi yang bertugas. | Foto: Ist

KBA.ONE, Takengon – Viral, Seorang ibu di Kabupaten Aceh Tengah berinisial, PP ngamuk saat dirazia oleh petugas yang sedang menerapkan Protokol Kesehatan (Protkes) di Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, kabupaten setempat.

PP emosi ketika petugas meminta dirapid test, karena diduga ia melanggar protokol kesehatan tidak menggunakan masker dengan benar. Disisi lain, ia juga tidak mengenakan helm.

Berbagai alasan ia utarakan di depan petugas, agar tidak dilakukan rapid test sesuai peraturan yang berlaku. Berulang kali ibu tersebut akan menjemput anaknya pulang sekolah, supaya petugas tidak menghalang-halanginya.

Ibu tersebut juga sempat menelpon suaminya dan mengaku khawatir jika tidak dijemput dengan segera, maka anaknya akan diculik oleh orang lain.

Dalam video yang berdurasi enam menit 20 detik itu, ibu tersebut mengaku keluarga Adhiyaksa (suaminya). Pengakuan itu ia sampaikan kepada seorang Polisi yang diketahui adalah Kapolsek Bebesen, Iptu Suhadi, didampingi Kasatbinmas, Iptu Salmiati.

Sementara iti, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tengah Syahrial Afri, menuturkan petugas pada saat menghentikan PP lantaran tidak mengenakan helm. Seperti biasanya, jika pengendara yang tidak mengenakan helm maka diberi peringatan bukan untuk ditilang.

“Ibu PP ini memakai masker namun pemakainya tidak sempurna, hanya dipakai didagu. Selanjutnya kami arahkan untuk dicatat administrasi di meja yang telah disiapkan petugas. Di sanalah ibu ini mulai emosi, diambilnya kunci kereta yang sebelumnya kami taruh di meja dan bergegas ke sepeda motornya,” kata Syahrial, Rabu 14 Oktober 2020.

Atas dasar tersebut, pihak Satpol PP berkoordinasi dengan pihak Reskrim Polres Aceh Tengah untuk diamankan.

“Dengan segala upaya, akhirnya ibu ini diamankan dan dibawa ke Satreskrim Polres Aceh Tengah. Kami juga telah melaporkanya ke SPKT Polres karena menghalang-halangi petugas,” kata Syahrial, menyebut ia turut langsung melaporkannya ke Polres setempat.

Secara terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Nislianudin, membantah atas ucapan PP bahwa suaminya kerja sebagai Jaksa di kabupaten itu. “Tidak benar suaminya Jaksa, saya tau betul anggota saya dan keluarganya. Mungkin ada keluarganya sebagai Jaksa,” kata Nislianudin melalui sambungan selulernya.

Ia juga mengaku kaget dengan viralnya video mengatasnamakan keluarga Adhiyaksa melanggar protokol kesehatan yang kini tengah getol diterapkan oleh semua kalangan, mengingat grafik Covid-19 di kabupaten itu kian melonjak setiap harinya.

“Kami juga terkejut, karena dia membawa nama lembaga Kejaksaan. Selama ini kami sebagai penegak hukum sangat patuh terhadap protokol kesehatan,” tutup Nislianudin.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah kini sangat ketat menggelar operasi Yustisi Protokol Kesehatan, guna memutus penyebaran Covid-19 di wilayah itu. Bagi warga yang melanggar akan di rapid test di lokasi.*** | Karmiadi, Kontributor Aceh

Komentar

Loading...