Ngaku Sebagai Kopasus, HW Berhasil Kelabui Warga Takengon

Ngaku Sebagai Kopasus, HW Berhasil Kelabui Warga Takengon
Kasatreskrim Polres Aceh Tengah Agus Riwayantodi Putra saat menunjukan alat bukti sarung senjata api warna hitam yang digunakan tersangka HW (40) didampingi Pasi Intel Kodim 0106 Aceh Tengah Nanang S, Kabag Ops Jon Damanil dan Kabag humas Polres Aceh Tengah Zain Hamid. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Polres Aceh Tengah berhasil menangkap HW, 40 tahun, tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan serta memiliki senjata api ilegal. Untuk melancarkan aksinya, tersangka juga mengaku sebagai anggota Kopasus berpangkat kolonel.

Kasatreskrim Polres Aceh Tengah.Agus Riwayantodi Putra, saat konferensi pers, Senin 29 Juni 2020, mengatakan tersangka HW ditangkap pada Sabtu 13 Juni 2020, sekitar pukul 15.30 WIB, di Kampung Bies Penentanan, Kecamatan Bies, kabupaten setempat.

Dari hasil penyelidikan, HW telah melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp5 juta dari Arianto (korban). Uang itu diperuntukan sebagai biaya administrasi awal untuk masuk sebagai anggota TNI Kopasus di Batu Jajar Provinsi Jawa Barat.

“Biaya administrasi secara menyeluruh, supaya anak dari Arianto ini bisa masuk anggota TNI Kopasus sebanyak Rp40 juta, namun dibayarkan diawal masih Rp5 juta. Karena pada saat itu Arianto tidak memiliki uang sebanyak itu, sedangkan sisanya menyusul,” kata Agus.

Agus menjelaskan, pada Sabtu 24 Juni 2020, sekitar pukul 22.00 WIB, Arianto menghubungi anggota Unit Intel Kodim Aceh Tengah untuk menanyakan identitas asli tersangka HW. “Oleh anggota unit intel segera datang ke rumah korban, dan membawa tersangka ke Polres Aceh Tengah untuk pengusutan lebih lanjut,” tutur Agus menjelaskan kronologi penangkapan.

Dari tangan tersangka diamankan satu pucuk senjata api jenis pistol dengan gagang dilapisi kayu, empat butir amunisi, satu buah sarung senjata api warna hitam terbuat dari kain, dan satu unit sepeda motor Vixion warna hitam.

“Dari pengakuan tersangka, senjata api rakitan itu dibawa dari Medan, Sumatera Utara, dibeli dengan harga Rp2,5 juta. Tujuannya untuk meyakinkan korban bahwa senjata itu hanya dimiliki oleh anggota tertentu,” terang Agus.

Identitas kependudukan HW, kata Agus, sesuai KTP merupakan warga Riau, berdomisili di Kabupaten Aceh Tengah. Diprediksi masih enam bulan dengan alasan baru menikah dengan warga Takengon kurang lebih satu minggu.

“Terungkapnya kasus ini hasil sinergisitas antara TNI Polri Aceh Tengah,” tutup Agus Riwayantodi Putra didampingi Pasi Intel Kodim 0106 Aceh Tengah, Nanang S, Kabag Ops Polres Aceh Tengah Jon Damanik dan Kabag Humas Polres Zein Hamid.

Atas kasus ini, HW dijerat dengan Pasai (1), Ayat (1), Undang - undang darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin, Jo Pasal 372 Jo Pasal 378 KUHPidana, dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua puluh tahun. Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. Pasal 378 KUHPidana pidana penjara paling lama empat tahun. | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...