Nikmatnya Menyeruput Sop Sumsum Langsa

Nikmatnya Menyeruput Sop Sumsum Langsa
Gerai Sop Sumsum Langsa di Jalan Yos Sudarso Medan | Ghandi Mohammad

Awalnya, makanan ini dinilai aneh karena dinikmati dengan pipet. Setelah perjuangan berat, nasib baik memihak Lukmanul. Sup sumsum buatannya membuat pembeli ketagihan.

KBA.ONE – Dari agak jauh, warna toko itu agak mencolok dibandingkan yang lain. Nuansa hijau dan kuning membalut toko satu pintu yang terletak Jalan Yos Sudarso Nomor 73, Glugur Kota, Medan, tersebut.

Tak hanya warna toko, kuning dan hijau juga terlihat ketika memasuki bagian dalam toko. Para karyawan yang hampir semuanya perempuan, berseragam hijau dan kuning. "Yang punya lagi di luar, Bang. Silakan tunggu sebentar, satu jam lagi balik, kok," ujar seorang karyawan berjilbab merah ketika ditanyakan ke mana empunya toko, Sabtu sore, 30 Juni 2017.

Toko tersebut salah satu gerai yang terkenal dengan kuliner sup tulang sumsum. Nama gerainya, Sop Sumsum Langsa. Dari daftar menu yang ada, terlihat harga sup sumsum Langsa tak begitu mahal, Rp38 ribu seporsi, dan Rp48 ribu jika ditambah sop daging.

Tak lama, seorang pria berkacamata menghampiri. Ternyata ia Roma, pemilik kedai. Pria 32 tahun anak dari Lukmanul Hakim dan Nurhayati, yang merintis usaha tersebut sejak 1991 di Medan. "Sebenarnya Bapak sih yang lebih tau sejarah sup sumsum ini, tapi saya bisa juga menjelaskan meski tidak secara rinci," ujar Roma.

Saat pertama dibuka, kata Roma, sup sumsum dianggap makanan aneh. Ketika itu, dari cerita ibu dan bapaknya, di seputaran Yos Sudarso belum banyak warung yang menjual kuliner tersebut. Jika pun ada yang menjual, kata Roma, cara menikmati supnya berbeda. "Digetok atau dikerok pakai sendok. Nah, kitalah yang pertama memperkenalkan cara makan sup sumsum pakai pipet," ujarnya.

Di tengah perbincangan, pramusaji mendekati meja dengan membawa nampan berisi dua porsi sup daging. Begitu diletakkannya di meja, aroma kuah daging pun menyebar ke hidung; membuat perut keroncongan. Sementara di luar kedai, hujan perlahan turun membasahi jalanan aspal.

Tentang nama kedai yang memakai kata Langsa, kata Roma, hal itu tak terlepas dari daerah asal orang tuanya. "Soal nama, karena kita semua berasal dari Langsa. Bapak merantau ke Medan tahun 1991," ujarnya.

Pertama tiba di Medan, sang ayah Lukmanul Hakim tak memiliki pekerjaan tetap. Lukmanul akhirnya memilih menjual sup sumsum tersebut. Ia memulainya dengan membuka lapak kecil dan berpindah-pindah. Kadang juga berjualan di emperan toko.

Setelah perjuangan berat itu, nasib baik memihak Lukmanul. Sup sumsum buatannya membuat pembeli ketagihan. Omzetnya perlahan meningkat.

Tahun 2000, Lukmanul memutuskan pindah ke tempat permanen. Ia membeli sebuah rumah toko yang hingga kini dijadikan tempatnya berjualan.

Setelah itu, sup sumsum tersebut mulai pamor. Lukmanul memberanikan berekspansi walaupun masih di Kota Medan. Pada 2004 ia membuka satu gerai lagi di Jalan Setia Budi. Ukuran gerai ini tiga kali lebih besar dari gerai utama di Yos Sudarso tersebut.

Kembali ke sup daging yang dihidangkan tadi. Saat dicicipinya, lembutnya tekstur sumsum sangat gurih terasa. Dagingnya juga empuk dan tidak amis.

Penyajiannya pun sederhana. Sepotong tulang yang dibelah hingga memperlihatkan isinya ditaruh dalam posisi berdiri di dalam mangkuk. Di tengahnya tertancap pipet. Fungsinya untuk menyuruput isi sumsum. Potongan tulang tersebut diletakkan ke dalam kuah panas yang dihiasi potongan kentang dan tomat.

Soal resep, Roma mengaku tidak terlalu sulit membuat sup sumsum. Agar tidak ada bau amis, Roma memakai daging segar, bukan yang dibeli sehari sebelumnya. Untuk hal ini, ia melakukannya setiap hari, berbelanja daging, sumsum, dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan.

Sebelum direbus bersama bumbu racikan dari orang tuanya, daging dan sumsum dicuci hingga bersih. Perebusan mencapai lima jam. Tujuannya, kata Roma, untuk menghasilkan cita rasa nikmat dan tekstur daging yang empuk serta tidak berbau amis.

Saban hari, gerai Sop Sumsum Langsa menghabiskan delapan hingga sepuluh kilogram daging. Sedangkan untuk tulang sumsum, terjual hingga 50 porsi. "Menu kita di sini serba sup dan soto. Semuanya jadi favorit tapi sup sumsumlah yang jadi ciri khas kita,” kata Roma.

Selain daging sapi, ada juga menu sup yang memakai daging ayam, paru, kaki dan kepala kambing, buntut, serta babat. Harganya mulai dari Rp22 ribu hingga Rp60 ribu.

Para pembeli sup Roma ada juga yang datang dari luar Medan. Misalnya, Hendro yang berasal Batam mengatakan selain untuk liburan, ia sengaja datang untuk mencicipi kuliner yang sudah populer di Medan tersebut. "Ini bukan pertama kalinya saya makan di sini. Memang target utama kita wisata kuliner ke Sop Sumsum Langsa," ujar Hendro.

"Kalau di Batam baru-baru ini ada juga yang jual bakso sumsum. Tapi itu harus pesan dulu karena ketersediaan tulang sumsum di sana terbatas," sambung Endang, istri Hendro. Soal rasa, Hendro dan istri mengaku meskipun sudah mencoba makanan serupa di beberapa tempat, tapi kelezatan Sop Sumsum Langsa tidak ada tandingan.

Roma sangat bersyukur sup sumsum yang mulanya dianggap aneh itu diterima baik oleh masyarakat selama 16 tahun ini. Harapannya ke depan, kuliner itu dapat diterima lebih luas lagi hingga ke internasional. "Memang butuh proses, ya, tapi kita punya impian untuk itu. Seperti rendang dan masakan nusantara lainnya, sup ini semoga bisa diterima juga oleh negara-negara di luar sana."

Bahan & Cara Membuat Sup Sumsum

Bahan

2 buah kaki sapi, potong jadi 2 bagian
2 liter air
250 gram daging lamusir
2 buah tomat, potong panjang
2 buah kentang, potong panjang

Bumbu Halus

1/2 sendok teh lada butir
4 siung bawang putih
2 cm jahe
1 duah pala
2 cm kayu manis
1 sendok teh garam

Pelengkap:
2 sendok makan irisan daun bawang
1 buah jeruk nipis, iris kasar
sambal cabai rawit

Cara Membuat

- Rebus kaki sapi, air, dan daging lamusir, hingga empuk.
- Tambahkan bumbu halus ke dalam kaldu daging, masak sampai bumbu matang dan harum.
- Masukkan tomat dan kentang, masak sampai semua bahan matang.

Penyajian

- Taruh kaki sapi di mangkuk dalam posisi berdiri, tambahkan potongan daging, dan irisan daun bawang. Siram dengan kaldu panas. Sajikan sup sumsum dengan jeruk nipis dan sambal cabai rawit.
- Cocok-cocok tulang sumsum dengan sedotan hingga sumsum lunak, tambahkan kuah panas, aduk hingga rata.
- Sajikan segera selagi masih panas.

Tips
- Daging lamusir adalah daging yang terdapat pada bagian punggung sapi.
- Setelah sup sumsum disajikan, seruput sumsum dengan sedotan dan sayat daging yang menempel pada tulang dengan pisau kecil.

Untuk 4 Porsi

Resep: H. Lukman Hakim-Sop Sumsum Langsa, Jl. Yos Sudarso No. 73 Glugur Kota, Medan

Komentar

Loading...