Kasus Dugaan Penggelapan Honor Guru TPA Aceh Tengah

Nislianudin: Menunggu Jadwal Persidangan Secara Virtual

Nislianudin: Menunggu Jadwal Persidangan Secara Virtual
Kepala Kejari Aceh Tengah, Nislianudin saat memberikan keterangan kepada wartawan. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Kasus dugaan penggelapan insentif guru TPA sebesar Rp398 juta untuk triwulan ke-2 yang diduga dilakukan oleh oknum mantan Bendahara Dinas Syari’at Islam dan Badan Dayah Aceh Tengah berinisial AY, 35 tahun, kini menempuh babak baru.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Nislianudin, mengaku telah mengirimkan berkas kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh beberapa waktu lalu untuk disidangkan.

“Berkasnya sudah dikirim ke Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dipimpin langsung oleh Kasipidsus, Zainul Arifin, pada Kamis 15 Oktober 2020 yang lalu,” kata Nislianudin kepada KBA.ONE, Sabtu 17 Oktober 2020 di Takengon.

Nislianudin menyampaikan AY saat ini masih berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Takengon menunggu jadwal persidangan secara virtual, guna mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, terdakwa AY dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Aceh Tengah pada 18 September 2020, di Rutan Takengon. Bahkan pihak Kejaksaan turut menyita rumah dan sebidang tanah milik terdakwa untuk menutupi kerugian atas ulahnya itu.

Pihak Kejari Aceh Tengah berharap setelah kasus tersebut inkrah di pengadilan, kerugian itu diminta dikembalikan ke daerah bukan ke kas negara. Guna menanggulangi tunggakan pembayaran untuk 1259 guru TPA, TKA dan TQA di Kabupaten Aceh Tengah selama enan bulan untuk tahun 2019.

Terdakwa dilimpahkan dengan dakwaan berbentuk alternatif, diduga melanggar pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang (UU) RI No.31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001, tentang tipikor dan diduga melanggar pasal 8 Jo pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999, tentang tindak pidanan korupsi.

Atas pebuatanya itu, AY diancam dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa AY diduga menggelapkan insentif furu TPA sebesar Rp398 juta, yang seharusnya uang itu diterima oleh 1259 ustad dan ustazah yang tersebar di 295 kampung dan 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah.

Masing-masing ustad dan ustazah seharusnya menerima uang tersebut sebesar Rp300 ribu, dengan rincian perbulan Rp50 ribu selama enam bulan pada 2019 terhitung sejak Juli hingga Desember 2019.*** | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...