NOAA: Juli 2021 Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas dalam 142 Tahun

NOAA: Juli 2021 Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas dalam 142 Tahun
Ilustrasi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Jakarta - Juli 2021 menjadi bulan dengan suhu terpanas di Bumi dalam 142 tahun terakhir. Berdasarkan data Pusat Informasi Lingkungan Nasional Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), bulan Juli tahun ini merupakan yang paling panas sejak 1880. Suhu Bumi rata-rata pada abad ke-20 itu mencapai 16,73 derajat Celsius.

Ahli iklim NOAA Ahira Sanchez-Lugo mengatakan bulan Juli dalam tujuh tahun terakhir yakni 2015-2021, mencatatkan suhu terpanas dalam sejarah. Juli 2021 lebih hangat 0,93 derajat Celcius dibandingkan rata-rata abad ke-20 untuk bulan tersebut.

"Juli biasanya menjadi bulan terpanas di dunia. Tapi Juli 2021 menjadi yang terpanas dari seluruh Juli dan bulan-bulan lainnya dalam catatan kami," kata Administrator NOAA Rick Spinrad seperti dilansir AP pada Sabtu 14 Agustus 2021.

Terakhir kalinya bulan Juli pernah memiliki suhu lebih rendah daripada rata-rata abad ke-20 adalah pada 1976. Pada tahun itu, suhu Bumi lebih dingin daripada biasanya.

Terpisah, Ilmuwan iklim asal Pennsylvania State University Michael Mann mengatakan situasi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh perubahan iklim.

"Ini merupakan peringatan mengenai musim panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir," kata Michael Mann.

NOAA mengatakan salah satu yang menjadi faktor suhu semakin panas adalah siklus cuaca alami, Osilasi Arktik (AO).

Seperti dilansir CNN pada Jumat 13 Agustus 2021, banyak gelombang panas tercatat selama Juli 2021 di sejumlah wilayah yang mencakup AS Barat, Eropa Timur, dan Asia.

Selain gelombang panas, cuaca ekstrem lainnya juga terjadi, seperti banjir bandang yang menghancurkan wilayah di Jerman dan Belgia, serta China, dan kebakaran hutan di seluruh Amerika Utara dan Eropa.

Anara

Komentar

Loading...