Penandatanganan Kontrak Strategis APBA Rp645 miliar

Nova Iriansyah: Kita Semua Bekerja untuk Rakyat

Oleh ,
Nova Iriansyah: Kita Semua Bekerja untuk Rakyat
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah berpidato di acara penandatanganan kontrak bersama kegiatan strategis APBA 2019 | Humas Pemerintah Aceh

Dia mengingatkan SKPA dan rekanan, proses penandatanganan kontrak bersama disaksikan oleh publik. Nova mengimbau SKPA, KPA, PPTK, dan rekanan bekerja dengan sebaik-baknya.

KBA.ONE, Banda Aceh – Pemerintah Aceh menandatangani kontrak bersama kegiatan strategis APBA 2019 berjumlah 318 paket senilai Rp645 miliar yang sudah diumumkan pemenangnya. Penandatanganan kontrak sebagai bentuk transparansi publik dan akuntabilitas ini dilakukan di Anjong Mon Mata, Rabu, 24 April 2019.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, penandatanganan kontrak tersebut merupakan kegiatan strategis APBA 2019 yang telah diumumkan di media massa pada 7 Januari 2019. Jumlahnya 1.373 paket senilai Rp3,5 triliun dan akan diumumkan secara bertahap. Rinciannya adalah konstruksi 699 paket senilai Rp2,96 triliun, barang 333 paket senilai Rp267,5 miliar, konsultasi 304 paket senilai Rp172,9 miliar, dan jasa lainnya 37 paket senilai Rp63 miliar.

Nova Iriansyah mengingatkan SKPA dan rekanan, proses penandatanganan kontrak bersama disaksikan oleh publik. Dia mengimbau SKPA, KPA, PPTK, dan rekanan bekerja dengan sebaik-baknya. "Kepada seluruh elemen masyarakat, LSM, Ormas dan media, mari kita lakukan pemantauan agar pelaksanaan seluruh paket proyek berjalan baik, tepat waktu, berkualitas dan tepat sasaran serta tidak terjadi penyimpangan. Sehingga hasilnya memiliki manfaat kepada masyarakat luas," ujarnya.

Dia meyakini pelibatan masyarakat dalam pengawasan proses dan tahapan pembangunan sangat penting agar terwujudnya good goverment dan clean governance. Di era keterbukaan seperti saat ini, kata Nova, tidak ada lagi celah untuk berbuat curang karena bukan hanya penegak hukum, masyarakat pun dengan mudah mengawasi.

Selain itu, Nova Iriansyah mengingatkan para Kepala SKPA, KPA, dan PPTK segera menyelesaikan semua proses administrasi yang dibutuhkan. Setelah itu melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan proyek sesuai rencana yang ditetapkan.

Menurut Nova Iriansyah, apa yang dilakukan saat ini belum berada di jalur yang sebenarnya karena masih lambat. Nova mengimbau para pemangku kebijakan terkait dan rekanan bersama-sama mulai bekerja dan menghargai waktu.

Keterlambatan pada suatu tahap, kata Nova Iriansyah, akan berimbas pada tahapan lainnya.

"Saya bermimpi pada suatu titik kita akan bekerja pada tataran ideal sesuai waktu. Karena kesesuaian waktu akan semakin mempercepat terwujudnya pertumbuhan ekonomi Aceh, yang akan berimbas pada terbukanya ekonomi, meningkatkan lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan seperti yang kita cita-citakan bersama."

Nova Iriansyah mengimbau para rekanan tidak sungkan berkonsultasi bila menemukan kendala saat mengerjakan proyek. "Tidak ada lagi dinding pemisah, selalu ada ruang untuk berkonsultasi antara rekanan dan pemerintah. Karena kita semua bekerja untuk rakyat. Rekanan diharapkan dapat menyampaikan secara cepat, jujur dan terbuka, terkait berbagai kendala yang ditemui di lapangan."

Nova Iriansyah menyaksikan penandatanganan kontrak 318 paket senilai Rp645 miliar | Humas Pemerintah Aceh

Nova mencontohkan, faktor cuaca bukanlah menjadi tanggung jawab rekanan atau Pemerintah Aceh. "Kita semua pelaku pembangunan ini bukanlah makhluk sempurna. Kesalahan mungkin bisa terjadi di setiap tempat dan dilakukan oleh siapa saja. Oleh karena itu, saling mengingatkan menjadi mekanisme kontrol yang baik. Mari kita perbaiki pengalaman kurang baik dan kegagalan di tahun lalu.”

Kepada para rekanan, Nova Iriansyah juga mengingatkan tentang semangat dan pemahaman yang sama. "Setiap rupiah yang bapak-bapak kerjakan adalah untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, belanjakan, kerjakan setiap rupiah itu dengan baik dan penuh tanggungjawab. Selamat bekerja."

Berikut rincian 1.373 paket senilai Rp3,5 triliun:

Jalan 20 paket (Rp317 miliar)
Gedung 14 paket (Rp44 miliar)
Jaringan irigasi 14 paket (Rp33,4 miliar)
Embung/waduk/bendung 1 paket (Rp1,6 miliar)
Jetty/break water/pengaman pantai/tanggul 18 paket (Rp38,2 miliar)
Sarana ibadah 9 paket (Rp10,5 miliar)
Sarana olahraga 21 paket (Rp15 miliar)
Sarana peternakan 1 paket (Rp0,35 miliar)
Sarana transmigrasi 3 paket (Rp8 miliar)
Sarana perhubungan 4 paket (Rp3,8 miliar)
Sarana pendidikan 1 paket (Rp0,65 miliar)
Sarana wisata 1 paket (Rp2,5 miliar)
Sarana pelabuhan 3 paket (Rp9 miliar)
Bibit/benih 7 paket (Rp3,1 miliar)
Pupuk 1 paket (Rp0,48 miliar)
Bantuan UEP 43 paket (Rp28 miliar)
Obat/BHP 7 paket (Rp5,1 miliar)
Konsultan 55 paket (17,6 miliar)
Barang lainnya 47 paket (Rp27 miliar)
Jasa lainnya 22 paket (Rp64 miliar)
Lain-lain 26 paket (Rp17 miliar) | Adv

Komentar

Loading...