Nova Iriansyah: Mari Bangun Sabang dengan Inovasi

Oleh ,
Nova Iriansyah: Mari Bangun Sabang dengan Inovasi
Nova Iriansyah saat memberikan materi pada seminar umum pengembangan kawasan Sabang. | KBA.ONE: Diki Arjuna

KBA.ONE, Sabang – Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak seluruh elemen baik dari pihak pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk membangun Sabang dengan Inovasi.

Ajakan Nova Iriansyah, juga Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), ini disampaikan saat menjadi pemateri di seminar pengembangan kawasan Sabang di ruang rapat lantai III kantor BPKS di Sabang, Selasa 26 Februari 2019.

“Kita harus mulai bagaimana membangun daerah dengan Inovasi, menciptakan persaingan di sektor bahari karena kawasan Sabang yang strategis berada pada ujung barat Indonesia sangat mendukung konsep poros maritim dan berada pada jalur lalu lintas pelayaran (International Shipping Line),” katanya.

Posisi Sabang, kata Nova, begitu sentral sebagai pintu gerbang arus masuk investasi, barang dan jasa dari dalam dan luar negeri. Sabang dapat memposisikan dirinya sebagai buffer zone (daerah penyangga) bagi kapal cruise, kapal kontainer maupun kapal kargo lainnya yang berlayar melalui Selat Malaka dan Samudera Hindia.

Menurut Nova, Sabang juga sangat berpotensi untuk melayani masyarakat Aceh yang berada di Hinterland. Produk-produk Aceh yang akan diekspor ke luar negeri, outlet nya dapat melalui pelabuhan Sabang.

Demikian juga untuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat Aceh khususnya Sabang yang berasal dari luar negeri dapat dipasok melalui Pelabuhan Sabang dengan memanfaatkan peluang sebagai Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas.

Nova berjanji siap kapanpun baik sebagai ketua DKS maupun sebagai Plt. Gubernur Aceh untuk mendatangi DPR RI yang punya otoritas. “Mendatangi Kementerian Keuangan untuk kemudian meningkatkan anggaran BPKS di tahun 2019 ini,” janji Nova.

Dia menekankan bahwa pengembangan kawasan Sabang menjadi pekerjaan rumah bersama karena itu ia sangat mengharapkan dukungan semua pihak.

“Akhir –akhir ini saya sering mengambil kebijakan yang tidak populer dan banyak menyinggung perasaan orang lain. Yang ingin saya sampaikan adalah, kebijakan yang saya ambil merupakan kebijakan negara dan bukan personal. Sebagai anak manusia saya minta maaf sebesar-besarnya,” tambahnya lagi.***

Komentar

Loading...