Nyak Sandang Selesai Jalani Operasi Katarak

Nyak Sandang Selesai Jalani Operasi Katarak
Nyak Sandang usai menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Rabu 28 Maret 2018. Foto: ACT Aceh

Sebelum operasi, jarak pandang pasien sekitar 20 centimeter, dan pasca operasi sudah mencapai satu meter

KBA.ONE, Jakarta – Tim dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) akhirnya berhasil melakukan operasi katarak terhadap Nyak Sandang, kakek asal Aceh yang ikut menyumbangkan hartanya untuk pembelian pesawat pertama Indonesia, Rabu 28 Maret 2018. Operasi yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut sekaligus mewujudkan keinginan kakek berusia 91 tahun tersebut untuk dapat melihat agar bisa membaca Alquran.

"Alhamdulillah Nyak Sandang akhirnya kembali bisa melihat pasca menjalani operasi katarak. Operasi dimulai pukul 08.30 pagi tadi dan memakan waktu lebih kurang 30 menit," kata relawan Aksi Cepat Tanggap yang turut mendamping Nyak Sandang, dalam siaran pers yang dikirim kepada KBA.

dr.Tjahjono D.Gondhowiardjo, SpM(K), PhD yang melakukan tindakan operasi mengatakan operasi ini tergolong operasi karena faktor usia Nyak Sandang dan selaput katarak yang sudah mengeras. Namun operasi berjalan lancar karena paska menjalani operasi, kemampuan melihat bertambah.

“Sebelum operasi, jarak pandang pasien sekitar 20 centimeter, dan pasca operasi sudah mencapai satu meter. Ada sedikit kesulitan ketika proses penyedotan selaput karena sudah mengeras, tapi Alhamdulillah berjalan lancar, ” kata Tjahjono.

Dalam melakukan tindakan operasi, dr. Tjahjono tidak sendiri tapi dibantu dr.Subandono Bambang Indrasto, SpM, MM, yang merupakan Kepala Departemen Mata Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Jakarta. Teknik operasi pada Nyak Sandang kata Bambang, dilakukan dengan menyedot selaput katarak menggunakan pipa, atau lebih dikenal dengan istilah laser.

Setelah selaput tersedot, tim dokter kemudian memasukkan lensa baru ke mata yang dioperasi. Lensa tersebut akan mengembang dengan sendirinya. Senada dengan dr Tjahjono, Bambang juga mengakui kesulitan operasi.

“dr.Tjahjono merupakan dokter di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) dan juga tim dokter keprisidenan. Kita bekerjasama melakukan operasi dan penyembuhan akan memakan waktu sekitar tiga hari. Selanjutnya pasien sudah bisa kembali ke rumah," kata Bambang.

Menurut Bambang, sejumlah pantangan harus diperhatikan oleh Nyak Sandang diantarannya tidak mengejan saat Buang Air Besar, atau mengucek-ngucek mata. Pantangan telah disampaikan kepada keluarga dan Nyak Sandang.

"Kita doakan Nyak Sandang yang sudah membantu banyak negeri ini, tetap sehat dan matanya bisa segera pulih total,” ujar dr.Bambang.

Sementara itu, rasa terima kasih disampaikan Nyak Sandang dan keluarga kepada presiden Jokowi dan semua pihak yang telah membantu. " Terimakasih kepada pihak-pihak yang selama ini membantu Nyak Sandang, mulai dari Aceh hingga detik ini. Terutama kepada Bapak Jokowi, Presiden Republik Indonesia. Berkat doa kita semua, Nyak Sandang sudah bisa melihat dan Alhamdulilah salah satu impian beliau adalah bisa kembali membaca Alquran kini terwujud," ujar Adi relawan ACT Aceh yang mendampingi Nyak Sandang.

Nyak Sandang mengutarakan keinginannya untuk kembali bisa melihat saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 21 Maret 2018 pukul 18.25 WIB lalu. Kepada Jokowi, Nyak Sandang mengutarakan beberapa permohonan salah satunnya memulihkan kembali pengelihatannya.

Komentar

Loading...