Nyinyir di Medsos, Imam Masjid Agung Simeulue Diberhentikan

Nyinyir di Medsos, Imam Masjid Agung Simeulue Diberhentikan
Supriadi, mantan imam Masjid Agung Tgk. Khalilullah, Simeulue | Foto: Ist

KBA.ONE, Sinabang - Nyinyir di media sosial berujung pemecatan, inilah yang dialami Ustaz Supriadi, 32 tahun, salah satu imam Masjid Agung Tgk. Khalilullah, Kabupaten Simeulue. Ia dipecat karena postingannya disalah satu grup Whatsapp.

Saat KBA.ONE menemui Supriadi di rumahnya, Rabu, 6 November 2019, menjelaskan pada 7 Oktober yang lalu dirinya dipanggil oleh Kepala Dinas Syariat Islam, Hasbi Endra, terkait kritiknya kepada Pemerintah Daerah Simeulue yang lamban mencairkan bonus Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Aceh ke XXIV.

Berdasarkan pengakuan Supriadi, saat dipanggil oleh Hasbi atas perintah dari Bupati Simeulue. Bupati meminta dirinya diberhentikan sementara sebagai salah satu imam di Masjid Agung tersebut.

Dalam komentarnya di grup Whatsapp tersebut, Supriadi membandingkan antara Kabupaten Simeulue dengan daerah lain, yang bergerak cepat mencairkan bonus kepada peserta MTQ Aceh yang ke XXIV.

Dalam kesempatan itu, ia membagikan kepada KBA.ONE isi cuitannya dalam grup tersebut.

Kalaupun ada postingan kawan-kawan ke grup lain mengenai bonus bagi juara atau permohonan IPQAH supaya diperhatikan (Support). Pemerintah bukan pertanda bukan tidak ikhlas, tapi mempertanyakan dimana perhatian pemerintah terhadap komitmen pelaksanaan syari'at islam?. Kalau dikatakan kabupaten miskin, misalnya tidak bisa mengikuti Aceh Besar, apa bedanya dengan dengan Gayo Lues.

Menurutnya, mungkin didasari komentar itu membuat bupati tersinggung. "Sebenarnya itu hanya keluhan saja, bukan kritik," ungkapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Syariat Islam, Kabupaten Simeulue, Hasbi Endra, dikonfirmasi KBA.ONE, via seluler, membenarkan pemecatan Supriadi sebagai salah satu Imam Masjid Agung Tgk. Khalilullah atas perintah Bupati Simeulue.

Hasbi mengatakan, pihaknya hanya menjalankan perintah dari orang nomor satu di kabupaten itu. Menurutnya, Supriadi terlalu nyinyir di media sosial yang menyalahkan pemerintah Simeulue.

Kemudian dalam cuitannya, ia membandingkan dengan kabupaten lain, padahal pada saat penyambutan kafilah sebelumnya Supriadi juga hadir. "Tentu dia mendengar arahan pak bupati akan ada bonus itu, cuma bersabar menunggu perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini," kata Hasbi. | Kadri, Kontributor Simeulue

Komentar

Loading...