Dampak Corona

Pabrik Tempe Soya Tutup, Karyawan Dirumahkan

Pabrik Tempe Soya Tutup, Karyawan Dirumahkan
Para karyawan pabrik tempe soya. | Foto: ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Pabrik tempe Soya, yang berlokasi di Gampong Reloh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar mulai besok Minggu 28 Maret 2020 akan tutup, sedangkan karyawan dirumahkan.

Usaha tempe yang telah dirintis Basri Ubit sekitar 20 tahun lalu itu, harus tutup karena situasi Aceh yang mulai mengalami pandemi virus corona atau covid-19. Bahkan Basri terpaksa harus merumahkan sekitar 50 orang karyawannya.

"Kita tutup sementara hingga ada pengumuman berikutnya dari pemerintah bahwa virus corona sudah berakhir, baru kita buka kembali," kata Basri kepada KBA.ONE, Sabtu 28 Maret 2020.

Basri Ubit pemilik pabrik tempe Soya, kawasan gampong Reuloh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. | Foto: ist

Selain khawatir akan penyebaran virus corona yang mengharuskan dia menutup pabrik tempe soya, Basri mengaku semakin sulit mendapatkan bahan baku tempe kedelai yang di impor dari negri paman Sam, Amerika.

"Kebutuhan kedelai Soya sekitar 250 ton per bulan, untuk memproduksi tempe khusus Banda Aceh dan Aceh Besar dibutuhkan sekitar 6 hingga 7 ton perharinya, pasokan semakin langka saat ini," ujar Basri Ubit.

Basri berharap akan ada pertimbangan sosial dari pemerintah selama usahanya tutup agar pemerintah bisa menyantuni karyawannya ketika dirumahkan, sebab dia akan kesulitan jika menanggung biaya harian sebanyak 50 orang karyawan atau tenaga kerja harian yang selama ini bekerja di pabrik tempe miliknya.

Menurut Basri, pasar tempe Soya saat ini telah mendominasi pasar hingga beberapa kabupaten kota di Aceh. Makanya Basri memohon maaf kepada pelanggan tempe Soya karena harus tutup sementara ***.

Komentar

Loading...