Pandemi Covid-19, Pedagang Aceh Timur Gulung Tikar

Pandemi Covid-19, Pedagang Aceh Timur Gulung Tikar
Warung kopi milik Reza yang sepi pengunjung|Foto : Try Vanny

KBA.ONE, Aceh Timur - Sejumlah pedagang di Kabupaten Aceh Timur terpaksa gulung tikar akibat menurunnya daya beli masyarakat sejak pandemi Covid-19. Selain itu, para pengusaha juga harus mengurangi jumlah karyawan sesuai dengan pendapatan yang diperoleh. 

Salah seorang pengusaha warung kopi Reza Nova, 28 tahun, kepada KBA.ONE, Selasa 24 November 2020, menyebutkan usaha yang dikelolanya di Desa Ulee Tanoh, Kecamatan Julok, Aceh Timur, itu mengalami kerugian sejak masa pandemi. Pasalnya, jumlah pengunjung menurun drastis dan usahanya sempat terhenti selama dua bulan.

"Kami sekarang buka 24 jam, tapi pendapatan paling hanya Rp200 ribu perhari, padahal sebelum pandemi bisa Rp600 ribu," keluh Reza.

Sebelumnya, sambung Reza, dirinya juga pernah berjualan pokat kocok dan jamur crispy. Namun kedua usaha tersebut juga terpaksa dihentikan karena menurunnya jumlah pembeli. Dia juga memutuskan untuk menjual sarana dagangan tersebut untuk membeli mesin kopi yang digunakan di warung kopinya.

"Sudah tidak jelas lagi pendapatannya, jadi kami putuskan untuk jual dan beli mesin saja. Semua mengeluh pendapatan menurun drastis akibat Covid-19 ini, pendapatan warga berkurang dan aktifitas di luar rumah juga sempat terhenti saat itu," ungkap Reza.

Dia mengakui saat ini dan beberapa temannya lebih mengelola usaha tersebut secara langsung tanpa mencari karyawan tambahan. Hal tersebut dikarenakan minimnya penghasilan yang dikhawatirkan tidak mencukupi untuk membayar gaji pegawai.

"Kami harus bayar listrik, wifi dan beli bahan-bahan minuman, jadi walau lelah tetap harus bekerja sendiri," ujarnya. ***

Komentar

Loading...