Panen Bersama Kebun Jagung Ala Reforma Agraria

Panen Bersama Kebun Jagung Ala Reforma Agraria
Panen jagung di lahan eks kebun ganja, saat ini disulap jadi kebun jagung melalui program reforma Agraria

KBA.ONE, Aceh Besar - Ketua Harian Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Aceh Besar, Agusman menyampaikan laporan terkait kebun jagung GTRA Aceh Besar di acara Panen Bersama di kebun jagung yang merupakan eks lahan ganja.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali beserta unsur Forkopimda Aceh Besar, Kakanwil ATR/BPN, Agustyarsyah, Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Kelompok Tani OISCA Lamteuba, Aceh Besar, Senin 1 Maret 2021.

Menurut Fauzan, Ketua kelompok tani OISCA, kebun jagung Reforma Agraria seluas 40 hektare yang berlokasi di Lambada, Mukim Lamteuba Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar tersebut, sebelumnya merupakan ladang ganja.

"Kami bersyukur dengan adanya pemberdayaan masyarakat oleh Tim GTRA Aceh Besar dapat meningkatkan Perekonomian Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19," kata Agusman.

GTRA merupakan model pembangunan yang dilaksanakan secara bersama-sama, Jika sebelumnya kementerian berjalan sendiri-sendiri (sektor), dengan adanya Gugus Tugas Reforma Agraria masyarakat dituntut untuk saling bekerjasama antar kementerian agar dapat menuntaskan Perekonominan Masyarakat, tambah Agusman.

Pada acara panen bersama tersebut, ada hal yang membuat acara itu menjadi lebih spesial dikarenakan semua yang terlibat dalam proses produksi mulai dari hulu sampai hilir dapat hadir. Permasalahan pertama yang dihadapi petani adalah, agen-agen yang membeli jagung dengan harga murah dibawah harga pasar, namun panen bersama tersebut, mulai dari investor yang melirik kesuburan tanah Aceh Besar hingga pihak perusahaan yang siap menampung hasil panen Kelompok Tani Oisca ini.

Bank Indonesia juga turut hadir di acara ini guna mensosialisasikan Pertanian Terpadu (Integrated Farming) dimana tidak ada bagian dari tanaman jagung yang terbuang sia-sia, bahkan bisa dimanfaatkan ke peternakan.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali sangat mengapresiasi kegiatan Reforma Agraria yang menjadi Pilot Project dan Role Model di Provinsi Aceh. Beliau juga mengingatkan kepada kelompok tani agar tidak dengan gampangnya menjual tanah di saat memerlukan uang, karena pemerintah siap membantu keperluan kelompok tani.

Hasil kebun jagung GTRA Aceh Besar menghasilkan 7-8 ton jagung. Harga jagung untuk kadar air 16% adalah Rp.4.200. Bila di genapkan 8 ton/ha maka hasil dari 1 ha adalah Rp. 33.600.000, angka yang tidak sedikit dan cocok untuk mengatasi masalah perekonomian disaat pandemi sekarang ini.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat untuk menyukseskan kegiatan ini, sehingga kita bisa menuai hasil panen yang baik dan dapat dirasakan oleh petani dan masyarakat khususnya di desa Lambada,” ujar Agusman.

Komentar

Loading...