Panglima Thailand Ingin Belajar Peradaban di Aceh

Panglima Thailand Ingin Belajar Peradaban di Aceh
General Apirat Kongsompong bersama rombongan saat disambut di Kodam IM, Banda Aceh | Foto: Komar,KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Panglima Angkatan Darat (AD) kerajaan Thailand, Royal Thailand Army (RTA), General Apirat Kongsompong, ingin belajar peradaban di Aceh. Pernyataan ini disampaikannya saat kunjungan ke Kodam Iskandar Muda (IM) di Banda Aceh, Selasa 14 Januari 2020.

Ia mengatakan peradaban di Aceh sudah sangat maju jika dibandingkan dengan Thailand, dan mengingat Aceh adalah daerah yang pernah dilanda konflik beberapa tahun silam, tetapi sekarang menjadi kota yang penuh perdamaian. "Terkait penanganan tersebut bisa diterapkan di Thailand, dan untuk lebih mengetahui dinamika lainnya antara Aceh dan Thailand," katanya.

"Di Aceh orangnya sangat ramah, kemanapun kita pergi semua orang tersenyum dan menyapa. Jika dibandingkan dengan Thailand Selatan kami harus belajar banyak dari Aceh," ungkap Kongsompong.

Selain itu, kunjungan RTA ke Aceh juga terkait penandatanganan implementing arragement antara pihaknya dengan TNI AD, mengenai pendidikan dan pelatihan.

Kepala staf AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, mengatakan kerja sama yang dilakukan untuk mempererat hubungan antara Aceh dan Thailand. "Sebagaimana diketahui secara geografis, Aceh merupakan wilayah Indonesia yang paling dekat dengan Thailand," imbuh Andika.

Andika menjelaskan, sebelumnya penandatanganan tersebut sudah pernah dilakukan, yaitu pada 2008-2010, 2010-2015, 2015-2020, dan yang saat ini dilakukan berlaku hingga 2023.

Kemudian, kunjungan RTA juga dalam rangka melihat apa yang telah diraih oleh Aceh selama ini. Ia ingin bertemu Wali Nanggroe dalam konteksi ingin sharing terkait bagaimana Aceh dalam menangani konflik, "sehingga berguna untuk diterapkan di negaranya," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kongsompong dan rombongan selain disambut oleh TNI AD tetapi juga disambut oleh Wali Nanggroe, Malik Mahmud dan Sekretaris daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...