Dari Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII

Panitia Luncurkan Aplikasi "PKA 7"

Oleh ,
Panitia Luncurkan Aplikasi "PKA 7"
Aplikasi resmi PKA VII | Foto: Ist

Aplikasi ini dibuat sebagai panduan atau pusat informasi digital bagi masyarakat yang ingin menikmati Pekan Kebudayaan Aceh VII. 

KBA.ONE, Banda Aceh – Panitia Pelaksana Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII meluncurkan Aplikasi "PKA 7" berbasis Android pada 1 Agustus 2018. Aplikasi ini dihadirkan sebagai media publikasi dan panduan bagi pengunjung selama berlangsungnya PKA VII pada 5 – 15 Agustus 2018 di Kota Banda Aceh.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin, mengatakan, aplikasi ini merupakan teroboson baru dalam pelaksanaan PKA kali ini. Pemerintah memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan panduan lengkap menikmati acara PKA VII  kepada masyarakat.

Aplikasi Android "PKA 7" mulai dikerjakan sejak Mei 2018 dan sudah tersedia di Google Playstore sejak 12 Juli 2018. Aplikasi ini dibuat sebagai panduan atau pusat informasi digital bagi masyarakat yang ingin menikmati Pekan Kebudayaan Aceh VII. 

“Sering terjadi pada event-event di daerah kita, perubahan jadwal berubah tiba-tiba karena suatu dan lain hal. Aplikasi ini sangat penting selama berlangsungnya PKA VII nanti, karena dapat mengirimkan pemberitahuan kepada penggunanya setiap kali ada perubahan jadwal acara, waktu tampil, dan perubahan lainnya,” kata Amiruddin. 

Sekarang Aplikasi "PKA 7" sudah siap disajikan ke masyarakat Aceh maupun Indonesia yang ingin menyaksikan PKA VII. Aplikasi ini hadir dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, yang disesuikan dengan setingan bahasa di perangkat pengguna. 

Aplikasi resmi PKA VII. | Foto: Ist

Ketua Seksi Publikasi Promosi dan Dokumentasi PKA VII, Marwan Nusuf, mengatakan, kehadiran Aplikasi Android "PKA 7" sangat tepat untuk menyambut penetrasi digital di Indonesia. Hampir 70 persen pengguna smartphone di Indonesia menggunakan perangkat berbasis Android.

“Nyaris semua orang Indonesia menggunakan Android, meskipun pada saat bersamaan mereka juga menggunakan handphone berbasis perangkat lain. Aplikasi PKA 7 ini kita harapkan dapat memudahkan orang yang ingin mengetahui acara PKA VII lebih lengkap dan ter-update hanya dari genggaman,” kata Marwan yang juga Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh. 

Aplikasi "PKA 7" dapat diunduh melalui link bit.ly/AplikasiAndroidPKA7 atau langsung membuka halaman Playstore dan ketik kata kunci “PKA 7”.  Setelah diinstall, pengguna harus login terlebih dahulu menggunakan email, kemudian akan muncul halaman berisi ragam fitur yang memudahkan pengguna tentang bagaimana menyaksikan PKA VII.

Pengguna akan ditawarkan tiga fitur utama saat membuka halaman pertama Aplikasi "PKA 7": Fitur Lokasi menawakan pengguna 17 lokasi pelaksanaan PKA VII beserta daftar kegiatan yang digelar di setiap lokasi; Fitur Jadwal menampilkan seluruh jadwal kegiatan setiap harinya lengkap dengan daftar kegiatan di tanggal yang dipilih pengguna; dan Fitur Atraksi yang menawarkan pengguna 7 kegiatan utama PKA VII lengkap dengan penjelasan rangkaian kegiatannya.

AGENDA KEGIATAN

Seluruh agenda kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII dapat diakses lewat aplikasi "PKA7". Di bawah ini adalah seluruh agenda kegiatan PKA VII di Banda Aceh.

1. Jamuan Makan Malam (Peumulia Jamee), 5 Agustus 2018
Acara makan malam resmi sekaligus ramah-tamah bersama Presiden sebagai wujud penghargaan dan penyampaian selamat datang kepada seluruh kongtingen & peserta PKA-7.

Lokasi: Anjong Mon Mata

Anjong Mon Mata berada di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh. Aula yang berkapasitas 500 orang itu diresmikan pada 1981 oleh Presiden RI Soeharto sebagai salah satu sarana kebudayaan di Aceh. Gedung ini kemudian sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan berbagai acara milik pemerintah maupun swasta.

2. Pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh VII, 6 Agustus 2018

Seremoni pembukaan PKA-7 akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo. Kegiatan pembukaan menampilkan tari penyambutan dari berbagai etnis di Aceh, tarian kolosal, video mapping/multimedia performance dan paduan suara (hymne dan mars PKA).

Lokasi: Stadion Harapan Bangsa

Stadion Harapan Bangsa atau Stadion Lhong Raya adalah sebuah stadion sepak bola di Kota Banda Aceh, Aceh. Stadion ini dibangun pada tahun 1997 dan mengalami renovasi setelah bencana Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dengan dana bantuan bersumber dari FIFA. Stadion Harapan Bangsa memiliki kapasitas 45000 tempat duduk. Stadion kebanggaan Tanah Rencong ini sempat menjadi salah satu stadion Termegah di Indonesia tahun 2000.

3. Pawai Budaya, 6 Agustus 2018

Acara ini mengangkat tema “Etnik Multi Kkultural” dengan menampilkan kekayaan dan keragaman budaya, eksibisi garapan, pawai peserta dari 23 kab/kota, Putroe Ranup, Putroe Bungong, pawai mobil hias kab/kota, pawai mobil hias SKPA dan pawai komunitas yang ditampilkan dalam bentuk atraksi budaya berdurasi 3 menit dalam setiap prosesinya.

Detail Lokasi Pawai:

Pawai Mobil Hias | 6 Agustus 2018 Pukul. 08.00 – 12.00 | Wali Nanggroe – Lapangan Blang Padang
Pawai Jalan Kaki dan Gajah | 6 Agustus 2018 08.00 – 12.00 |Lapangan Blang Padang
Atraksi Pawai Budaya | 6 Agustus 2018 08.00 – 12.00 | Lapangan Blang Padang

Lapangan Blangpadang sebuah lapangan seluas 8 hektare yang berada di antara Jalan Iskandar Muda, Jalan Syekh Muda Wali dan Jalan Prof Abdul Madjid Ibrahim. Di lapangan ini warga Banda Aceh sering melakukan kegiatan olahraga dan menikmati kuliner serta berbagai event. Namun juga menjadi destinasi wisata. Di lapangan ini terdapat Monumen Pesawat RI–001 Seulawah dan Monumen Thanks to The World.

3. Lomba Kerajinan dan Permainan Rakyat, 7 Agustus 2018
Lomba ini digelar selain memeriahkan PKA-7 juga untuk menggali dan melestarikan ragam kerajinan tangan dan permainan tradisional Aceh.

Lokasi: Tugu Darussalam

Lapangan seluas sekitar 4 hektar ini terletak di tengah Komplek Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh, yang diapit oleh dua universitas kebanggaan rakyat Aceh, Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar Raniry. Terdapat sebuah tugu di tengah lapangan yang menjadi simbol pendidikan Aceh. Tugu ini diresmikan pada tahun 1959 oleh Soekarno, yang menjadi awal lahirnya Kopelma Darussalam.

4. Pesona Anak Aceh

Lomba dan Pertunjukan Seni

Lokasi: Taman Sari (Bustanussalatin)

Taman Bustanussalatin dulunya bernama Taman Ghirah atau dikenal Taman Sari dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1514 M. Pada masanya, Taman Sari menjadi tempat bermain keluarga sultan.Kompleks Taman Sari membentang di sepanjang Krueng Daroy; melintasi Gunongan, Pinto Khop, Kandang, Pulau Gajah, dan Masjid Raya. Taman Bustanussalatin yang beralamat di Kampung Baruk ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau di tengah kota dan menjadi lokasi penyelanggaraan berbagai event.

5. Lomba Karya Seni, 7 Agustus 2018

Sejumlah karya seni khas Aceh maupun kreasi baru dilombakan untuk untuk menggali dan melestarikan ragam kesenian Aceh.

Lokasi: Taman Budaya Aceh

Taman Budaya Aceh berlokasi di Seutui, Banda Aceh. Taman Budaya menjadi venue bagi event-event seni dan budaya. Tersedia panggung indoor dan outdoor dengan area parkir yang cukup luas. Taman ini di kelola oleh UPTD Taman Seni dan Budaya di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

6. Pagelaran Tari Tradisi & Gebyar Seni

Acara ini menghadirkan penampilan ragam kesenian seperti seni kreasi daerah Aceh, kesenian Nusantara, kesenian dari peserta luar Negeri, seniman dan artis Aceh.

7. Pameran Kuliner Tradisional Aceh

Memperkenalkan ragam kuliner khas/tradisi dan unggulan kab/kota dengan berbagai kreasinya.

Lokasi: Taman Ratu Safiatuddin 

Taman Sulthanah Safiatuddin sudah menjadi lokasi utama penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh sejak PKA-IV tahun 2004. Taman ini memiliki rumah adat (anjungan) dari kabupaten/kota se- Aceh, yang saat ini terdapat 23 anjungan kebudayaan. Masing-masing anjungan itu mewakili kebudayaan daerahnya sendiri. Jika ingin melihat kebudayaan Aceh secara keseluruhan, kompleks yang dijuluki Taman Mininya Aceh ini bisa dijadikan referensi. Tak hanya digunakan selama berlangsungnya PKA, Taman Sulthanah Safiatuddin juga difungsikan di hari-hari biasa dan sering menjadi venue event seni dan budaya.

8. Layar Tancap

Pengadaan layar tancap sebagai media pemutaran film karya sineas Aceh. Menampilkan materi yang sarat edukasi dan hiburan.

9. Pasar Rakyat

Pasar ini digelar khusus bagi pengunjung PKA-7 yang diisi oleh pedagang kecil dan menengah untuk menarik minat pengunjung dengan harapan adanya perputaran modal dan penambahan pendapatan bagi pedagang tersebut.

Lapangan Blangpadang sebuah lapangan seluas 8 hektare yang berada diantara Jalan Iskandar Muda, Jalan Syekh Muda Wali dan Jalan Prof Abdul Madjid Ibrahim. Di lapangan ini warga Banda Aceh sering melakukan kegiatan olahraga dan menikmati kuliner serta berbagai event. Namun juga menjadi destinasi wisata. Di lapangan ini terdapat Monumen Pesawat RI–001 Seulawah dan Monumen Thanks to The World.

10. Lomba Masak Tradisional Aceh, 8 Agustus 2018

Atraksi lomba masak ikan dan kue tradisional Aceh untuk menggali dan melestarikan ragam kuliner khas Aceh.

Lokasi: Taman Ratu Safiatuddin

11. Islamic Art, 9 Agustus 2018

Pertunjukan Seni Islam

Kesenian Aceh umumnya tidak terlepas dari unsur idealisme Islam. Pada PKA-7, secara khusus menampilkan pola pengajaran Islam seperti Fiqh, Tauhid, Akhlak, dan sebagainya, yang dikemas dalam kesenian khas Aceh.

**Lokasi: Seluruh Venue Panggung PKA7 (Taman Ratu Safiatuddin)

12. Pagelaran Permainan Rakyat Aceh, 10 Agustus 2018

Menampilkan ragam permainan rakyat Aceh yang menarik minat khalayak pengunjung PKA-7 sekaligus menjadi ruang inventarisir dan pelestarian permainan tradisional Aceh sebagai jawaban tantangan perubahan zaman.

Lokasi: Area Pentas Apresiasi Budaya (Taman Ratu Safiatuddin)

13. Seminar Kebudayaan & Kemaritiman, 13 Agustus 2018

Seminar kebudayaan dan kemaritiman mengangkat tema “Tantangan dan Strategi Pengembangan Kebudayaan Kemaritiman di Aceh”. Ada beragam topik ditampilkan dalam seminar ini dengan menghadirkan pemateri dari lokal, nasional, dan internasional. Beberapa topik yang diangkat antara lain Potensi Kemaritiman di Aceh dan Strategi Pengembangannya; Wisata Halal dan Strategi Pengembangan Kepariwisataan di Aceh; Kearifan Lokal di Aceh serta Strategi Pengembangannya; dan Masalah dan Upaya Pengembangan Bahasa Etnis di Aceh.

Lokasi: AAC Sulthan Selim II, Anjong Mon Mata

14. Festival Krueng Aceh, 13 Agustus 2018

Pengadaan Festival Krueng Aceh untuk membuka lembaran sejarah tentang fungsi dan kejayaan Krueng Aceh pada masa lalu, diisi dengan rangkaian acara tradisi dan kontemporer.

Lokasi: DAS Krueng Aceh

15. Anugerah Budaya, 13 Agustus 2018

Anugerah Budaya digelar sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berprestasi di bidang kebudayaan Aceh. Mereka akan menjadi panutun bagi generasi muda Aceh untuk menggali dan melestarikan warisan budaya daerahnya.
Ada lima jenis anugerah budaya yang akan diberikan, yaitu:
1) Anugerah Budaya Meukuta Alam kepada laki-laki dewasa,
2) Anugerah Budaya Tajul Alam kepada wanita dewasa,
3) Anugerah Budaya Perkasa Alam, diberikan kepada anak-anak/remaja laki-laki, 4) Anugerah Budaya Sri Alam, diberikan kepada anak-anak/remaja putri, dan
5) Anugerah Budaya Syah Alam diberikan kepada peserta yang lulus seleksi tetapi tidak dapat meraih Meukuta atau Tajul Alam. 

 Lokasi: Kompleks Wali Nanggroe

Komplek Meuligoe Wali Nanggroe Aceh adalah pusat perkantoran Lembaga Wali Nanggroe di area seluas 13 hektar. Komplek ini terdiri dari Meuligoe Wali, rumah dinas wali, guest house, mushalla, gedung Katibul Wali, reservoir air, rumah genset dan pos satpam. Gedung utamanya difungsikan sebagai gedung pertemuan, rumah dinas sebagai kediaman wali, serta guest house sebanyak 24 kamar untuk tamu.

16. Perhelatan Penutupan, 15 Agustus 2018 

Seremoni kegiatan ini dilakukan oleh Gubernur Aceh sekaligus dengan sesi pengumuman pemenang dan pemberian piala bergilir kepada kab/kota yang mendapat juara umum pada segala jenis lomba di PKA-7.

Lokasi: Taman Ratu Safiatuddin.

(Adv)

Komentar

Loading...