Pansus Gedung Oncology RSUZA Sedang On The Track

Pansus Gedung Oncology RSUZA Sedang On The Track
Ketua Tim Pansus Oncology DPRA Aceh M Rizal Fahlevi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait gedung oncology Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, M. Rizal Fahlevi Kirani menyebutkan, pansus saat ini sedang on the track.

"Oleh karena itu, kita minta dukungan semua pihak. Saat ini tim sedang on the track, dokumen-dokumen sudah mulai kita kumpulkan," kata Fahlevi kepada KBA.ONE, Rabu, 9 September 2020 di ruangannya.

Saat ini, lanjutnya, untuk tahapan pertama sudah digelar tiga kali rapat, serta telah menyusun skema jadwal untuk tim nantinya turun ke lapangan.

Selain itu, saat ini pihaknya juga telah menandatangani surat untuk meminta dokumen-dokumen yang menyangkut dengan oncology RSUZA.

"Termasuk dokumen pelelangan, dan Detail Engeneering Design (DED) bangunan oncology RSUZA Banda Aceh tersebut," tutur politisi partai PNA itu.

Kemudian, juga akan segera memanggil Unit Layanan Pengadaan (ULP), pihak rumah sakit, Inspektorat dan juga beberapa orang ahli pada bidang yang bersangkutan.

Ssmentara itu, Fahlevi menjelaskan, pembentukan tim pansus tersebut bertujuan untuk melihat dan mengawasi setiap pembangunan yang memakai uang negara itu.

"Karena pembangunan gedung oncology RSUZA itu sudah menjadi isu bersama dan menjadi keresahan di masyarakat Aceh bahwa di duga adanya kong kalikong," ungkap Ketua Komisi V DPRA itu.

Menurutnya, ada terjadi kejanggalan pada proses pemenangan tender pada proyek pembangunan gedung pemeriksaan jantung yang memakan dana ratusan miliar itu.

Selain itu, Fahlevi mengungkapkan baru-baru ini juga ada keputusan dari pengadilan yang menyatakan bahwa ada yang mengembalikan uang jaminan berkaitan dengan gedung oncology itu.

"Berarti jelas ada cacat hukum dari sisi pertimbangan hukum yang diajukan oleh perusahaan yang dikalahkan, itukan menjadi sebuah delik, yang menandakan ada sesuatu yang tidak beres," ucapnya.

Sehingga, karena ini sudah menjadi isu publik, DPRA perlu membentuk pansus untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi. "DPRA ingin mewujudkan kebenaran, apakah betul ada kong kalikong atau tidak," tambah Fahlevi.

Ia juga menyampaikan, secara konstutusi DPRA memiliki hak untuk melakukan pengawasan lebih dalam. Membentuk tim pansus merupakan salah satu upaya DPRA dalam melakukan pengawasan pada gedung oncology itu.

Mengenai jadwal sidang paripurna, jelasnya, tim pansus DPRA terkait gedung oncology RSUZA diberi waktu tiga bulan untuk menjalankan tugas, terhitung mulai akhir Agustus. Namun, pihaknya memastikan dua bulan dapat menyelesaikan tugas tersebut.

Berikut nama pimpinan dan anggota pansus pembangunan gedung oncology RSUZA :

1. M. Rizal Fahlevi Kirani (Ketua) dari Fraksi PNA
2. H. Asib Amin (Wakil ketua) dari Fraksi Partai Gerindra
3. Iskandar Usman Al-Farlaky (Sekretaris) dari Fraksi Partai Aceh
4. Tarmizi (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
5. Muslim Syamsuddin (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
6. Muhammad Yunus (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
7. Azhar Abdurrahman (anggota) dari Fraksi Partai Aceh
8. Nurlelawati (anggota) dari Fraksi Partai Golkar
9. Ilham Akbar (anggota) dari Fraksi Partai Golkar
10. H. Taufik (anggota) dari Fraksi Partai Gerindra
11. Fakhururrazi (anggota) dari Fraksi PPP
12. Syamsuri (anggota) dari Fraksi PPP
13. Salihin (anggota) dari Fraksi PKB-PDA
14. Muhammad Ridwan (anggota) dari Fraksi PKB-PDA
15. Sofyan Puteh (anggota) dari Fraksi PAN
16. Purnama Setia Budi (anggota) dari Fraksi PKS.

Komentar

Loading...