Para Punggawa Facebook Justru Enggan Gunakan Media Sosial

Para Punggawa Facebook Justru Enggan Gunakan Media Sosial
Ilustrasi

Jika para punggawa Facebook saja enggan menggunakan ciptaannya sendiri, bagaimana dengan Anda?

KBA.ONE - Saat banyak orang gencar menggunakan media sosial, salah seorang pendiri Facebook, Sean Parker, mengaku tak lagi menggunakan media sosial tersebut. Sean justru kaget terhadap dampak yang ditimbulkan jejaring sosial tersebut. "Hanya Tuhan yang tahu apa dampak media sosial terhadap otak anak-anak kita," ujar Parker yang turut menciptakan Facebook.

Parker menyatakan kekhawatiran serta kritik atas jejaring sosial tersebut dan mengaku tidak tahu yang sedang dia lakukan saat menciptakan jejaring Facebook. "Dasar pikiran untuk membangun aplikasi-aplikasi ini, dan Facebook yang pertama, adalah tentang 'Bagaimana kita menghabiskan waktu Anda dan perhatian Anda sebanyak-banyaknya?' Itu artinya kami perlu membuat Anda kecanduan dari waktu ke waktu, yang diakibatkan orang menyatakan suka pada unggahan Anda, atau memberikan tanggapan, apa saja."

Parker pertama kali dikenal berkat layanan berbagi file, Napster yang diciptakannya. Dalam kisah tentang Facebook, Parker yang membawa perusahaan itu ke Silicon Valley dan menyodorkan gagasan Mark Zuckerberg ke depan para investor besar.

Momen-momen awal pendirian jejaring Facebook dikisahkan lagi dalam film berjudul Social Network dengan peran Parker dimainkan oleh Justin Timberlake. "Ketika Facebook mulai berjalan," kata Parker, "Ada banyak orang datang menemui saya dan mereka mengatakan, 'Saya tidak ikut media sosial.' Dan saya katakan, 'OK. Kamu tahu, kamu akan ikut media sosial juga nanti.'"

Kemudian dia menambahkan: "Saya tidak tahu apakah saya benar-benar memahami konsekuensi dari apa yang saya katakan. Yakni konsekuensi jejaring yang tidak diniatkan dari media sosial ketika berkembang menjadi miliaran orang pengguna. Hal itu benar-benar mengubah hubungan Anda dengan teman-teman atau dengan yang lainnya.

"Mungkin akan berkelindan dengan produktivitas dengan cara yang aneh. Hanya Tuhan yang tahu apa dampak media sosial terhadap otak anak-anak kita." Mengenai kebiasaannya sendiri, Parker mengatakan bahwa dia tidak lagi menggunakan media sosial karena "terlalu banyak waktu terbuang".

Namun, dia mengatakan masih memiliki akun di Facebook. "Jika Mark mendengar ini mungkin dia akan menghapus akun saya," candanya.

Facebook sendiri belum menanggapi hal ini saat dimintai keterangan oleh BBC. "Saya menggunakan media sosial, saya tak akan membiarkan media sosial yang memanfaatkan saya," kata Parker menyimpulkan.

Selain Parker, punggawa Facebook lain yang kapok menggunakan jejaring sosial adalah Justin Rosenstein. Justin menciptakan tombol Like Facebook pada 2007. Tapi sekarang ia malah khawatir akan dampak psikologis penggunaan jejaring sosial semacam Facebook.

Pria berusia 34 tahun itu sejak 2009 memang telah mengundurkan diri dari Facebook dan mencoba meminimalisir penggunaan aplikasi. Dia membeli iPhone baru dan meminta asistennya memasang fitur sehingga Justin tak bisa sama sekali mengunduh aplikasi. "Sangat umum bagi manusia untuk menciptakan sesuatu dengan niat baik tapi malah punya konsekuensi negatif," ujar Justin.

Justin rupanya tak ingin kecanduan internet atau media sosial yang dapat berdampak kurang baik. Misalnya bikin depresi atau memecah konsentrasi. Belum lagi penyebaran kabar hoax yang marak. "Semua orang terpecah konsentrasinya. Sepanjang waktu," katanya.

Di pihak lain, mantan eksekutif Facebook, Chamath Palihapitiya, mengaku merasa bersalah karena Facebook belakangan banyak disalahgunakan. Misalnya saja dalam kampanye Pilpres Amerika Serikat. Di mana diduga banyak hoax yang didalangi berbagai pihak berseliweran. "Tentu saja aku merasa bersalah. Tidak seorang pun pernah berpikir akan ada manipulasi di sistem. Kalian bisa melihat sendiri reaksi dari orang yang menjalankan perusahaan. Mereka tak pernah mengira itu mungkin." Jika para punggawa Facebook saja enggan menggunakan ciptaannya sendiri, bagaimana dengan Anda?

Komentar

Loading...