Para Srikandi di Balik Penyalur Gas Bersubsidi Abdya

Oleh ,
Para Srikandi di Balik Penyalur Gas Bersubsidi Abdya
Ini dia para srikandi penyalur gas bersubsidi di Abdya. | KBA.ONE, Azhari Bahrul.

KBA.ONE, Aceh Barat Daya - Sederetan perempuan yang duduk di area Cafe Leuser, Blang Pidie, kabupaten Aceh Barat Daya (ABDYA), menjadi pusat perhatian para tamu rombongan tim BPH Migas dan PT Pertamina Aceh dalam lawatannya ke Aceh, khususnya ketika singgah di Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu 1 Juli 2020.

Para perempuan  berseragam pink kemerah-merahan bercorak garis biru itu rata-rata berusia sekitar 30 hingga 40 tahun. Tidak diperoleh informasi pasti soal usia mereka. Sebab, bagi perempuan Abdya, mungkin juga perempuan lain, bicara umur sepertinya  agak tabu meski kesemuanya mengaku telah berkeluarga.

Usai acara penyambutan tamu Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas dan tim Pertamina Aceh, perempuan-perempuan cantik ini tampak menebar senyum ramah kepada setiap tamu yang memasuki kafe di Hotel Grand Leuser Blangpidie, Abdya. Pada acara itu juga hadir sekitar 50 orang para pengelola migas Abdya, termasuk pengelola pangkalan gas di Abdya. Rupanya, sederetan srikandi sederhana dan ramah ini adalah para pengelola pangkalan gas 3 kg untuk  masyarakat Abdya.

Perempuan penyalur gas bersubsidi di Abdya. | Foto: Ist.

Mardiana, misalnya. Ibu rumah tangga pengelola pangkalan gas 3 kilogram ini mengaku bangga bisa membantu menyalurkan gas tabung 3 kg kepada masyarakat.  “Setiap bulan kami mampu menyalurkan gas elpiji 3 kg sekitar 560 tabung,” kata Mardiana bersemangat.

Menurutnya, warga masyarakat yang mengambil tabung gas elpiji bersubsidi harus membuktikan diri sebagai warga yang terdaftar mendapat penyaluran gas rumah tangga dengan kartu yang dikeluarkan para penyalur. Tujuannya agar tidak tumpang tindih atau menghindari terjadinya manipulasi identitas demi bisa mendapatkan gas elpiji lebih dari satu.

Terkadang ada kendala di lapangan, tambah Nuralifah, yang juga pengelola pangkalan. “Misalnya seperti warga yang tidak punya kartu pelanggan namun memaksa untuk mengabil gas 3 kg,” jelas Nuralifah.

Selain itu, katanya, ada juga di lapangan ketika tempat pangkalan sudah tutup, warga masih meminta gas dengan alas an sangat membutuhkan untuk usaha rumah tangga “Ya, terpaksa diberikan agar warga tidak terhambat usahanya.

Lain lagi dengan Ema. Perempuan ini mengaku bahwa usaha pangkalan gas hanya membantu saja. “Saya juga punya usaha lain yaitu usaha sampingan sehingga tidak semata-mata pencaharian saya hanya di pangkalan gas,” katanya.

Sementara Mustajab, petugas agen penyalur gas elpiji 3 kg di Abdya, mengatakan saat ini ada tiga agen penyalur di Abdya, yaitu PT Surya Mekat Gah, PT. Gah Lhee Kilo dan PT. Ujung Raja Kuala Batu. Jumlah pangkalan seluruhnya mencapai 88 lokasi tersebar ke sembilan kecamatan di kabupaten Abdya.

"Kesemua agen penyalur di Abdya memperoleh kuota 60 ribu tabung per bulan, untuk 152 desa atau gampong dengan harga jual Rp22.500/ unit sesuai dengan Harga Enceran Setempat (HET) Bupati Abdya," kata Mustajab melalui pesan whatsapp, kepada KBA.ONE. ***

Komentar

Loading...