Partisipasi Aceh 85 Persen pada Program Desa Bersih Narkoba

Partisipasi Aceh 85 Persen pada Program Desa Bersih Narkoba
Kepala BNN Provinsi Aceh bersama kelapa BNNK se Aceh |Foto: Fatma

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menggelar Rapat kerja BNNP/BNNK se Aceh dalam rangka implementasi Inpres No.6 tahun 2018 dan Program Kerja Tahun 2019 di Gedung Theater Iskandar Muda Kanti KP2A IV Lembaga Administrasi Negara (LAN) Banda Aceh, Rabu 20 Februari 2019.

Rapat yang di buka oleh Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, dihadiri oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan BNN RI Hendrajid Putut W, Para Kabid dan Kepala BNN Kabupaten/ Kota Se-Aceh.

“Seluruh BNNK yang ada di Aceh hari ini kita hadirkan dalam rapat kerja untuk menyampaikan langsung program desa bersinar yang bebas dari narkoba, yang telah mereka laksanakan di daerahnya masing-masing,” kata Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, kepada KBA.ONE usai rapat Kerja.

Sementara Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan BNN RI, Hendrajid Putut W mengatakan, mereka melihat langsung dan mengamati kinerja BNNP dan BNNK Aceh beserta jajarannya. Dia mengapresiasi pelaksanaan inpres No.6 tahun 2018 untuk membangun desa pinggiran, menghadirkan pemerintah yang benar-benar menegakkan hukum khususnya dalam penanggulangan narkoba.

Rapat BNNP/BNNK se Aceh di Banda Aceh |Foto: Fatma

Hendrajid menyebutkan, kedepan adalah contoh yang sangat baik bagi BNNP dan BNNK, bahwa apa yang dilakukan BNNP dan BNNK Aceh sudah sangat luar biasa.

“Yang pertama Aceh sudah menjalankan inpres, tidak hanya di tingkat provinsi tapi menginisiasi adanya peraturan gampong. Mereka juga membentuk kader-kader militan anti narkoba hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Menurutnya, kehadirannya di Aceh untuk mengevaluasi capaian tersebut, dan tidak boleh menyia-nyiakannya. "Kami akan menyampaikan kepada pimpinan dan juga kepada presiden bahwa Aceh dengan segala tantangan mampu melakukan pertahanan yang luar biasa,” ungkapnya.

Hendrajid menambahkan, dia juga akan melaporkan semua stakholder di Forkopimda Provinsi, Kabupaten, bahkan di level pedesaan gampong, bersedia dan berlomba-lomba menjadi desa bersih narkoba.

"Tidak kita duga adalah pencapaian Aceh yang baru satu tahun dilaunching bersama Kementerian Dalam Negeri di Bali, tapi 85 persen sudah siap dan ikut berpartisipasi,” tutupnya. 

Komentar

Loading...