Peduli Lingkungan, Meubumoe Lakukan Clean up Day di Pantai

Peduli Lingkungan, Meubumoe Lakukan Clean up Day di Pantai
Para anak muda yang tergabung dalam komunitas Meubumoe saat melakukan Clean up Day di Pantai Kuala Raja, Bireuen. | Foto: ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Komunitas Meubumoe melakukan kegiatan "Meubumoe Clean Up Day". Meubumoe merupakan komunitas non-profit yang digagas oleh pemuda-pemuda di Kota Bireuen, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan Clean up Day adalah salah satu rangkaian kegiatan dari Meubumoe, berupa membersihkan sampah-sampah yang ini luput dari perhatian serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Adapun terkait pelaksanaan kegiatan, rutin dilakukan setiap Minggu sampai tiga bulan kedepan, yang dilaksanakan di Pantai Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Minggu, 8 Maret 2020 sore. "Ini merupakan inisiatif dari teman-teman Meubumoe untuk menginisiasi kegiatan ini, mengingat masih kurangnya kesadaran masyarakat setempat dalam menjaga lingkungan," kata Ketua Koordinator Meubumoe, Husnul Fuadi.

Apalagi, lanjutnya, saat ini Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Dalam hal ini, pantai menjadi target utama, karena mengingat menjadi titik yang paling diacuhkan dari banyaknya sampah.

"Sehingga mengakibatkan pengaruh yang sangat besar, seperti menganggu habitat ekosistem di laut dan mencemari lingkungan pantai," tutur Husnul yang merupakan salah satu penggagas dari Meubumoe.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Aceh masih sangat kurang, tidak terkecuali di Bireuen, Minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan kurangnya sosialisasi tentang pengelolaan sampah.

Seharusnya kita bisa belajar dari daerah lain di Indonesia terutama seperti Surabaya, Makasar, dan Jakarta yang memiliki Bank Sampah yang digunakan untuk menampung sampah setelah dipilah-pilah oleh setiap keluarga di rumah. "Dan tujuan Meubumoe kedepan dapat mewujudkan hal tersebut, sehingga di Bireuen memiliki Bank Sampah juga, tidak terkecuali di Aceh," tutur Husnul yang masih aktif sebagai mahasiswa Al-Muslim.

Sementara itu, warga setempat, Bilal Faranov menganggap apa yang dilakukan oleh pemuda di Bireuen dapat menjadi contoh untuk daerah lain di Aceh. "Pemuda itu duduk di warkop boleh saja, asalkan menghasilkan gagasan seperti ini," ujar Bilal.

"Ini kegiatan positif, kedepannya tolong di rangkul juga desa-desa agar bisa turun bersama untuk membersihkan pantai," lanjutnya. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...