Pekaru Grup Solusi Pencegahan DBD oleh Tim PKM-PM USK

Pekaru Grup Solusi Pencegahan DBD oleh Tim PKM-PM USK
Kampanye Pencegahan DBD yang dilakukan mahasiswa Jurusan Keperawatan USK. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Hujan deras hingga banjir yang melanda Kota Banda Aceh akhir-akhir ini membuat masyarakat cukup resah. Peristiwa ini menyebabkan masyarakat sulit untuk beraktivitas dan juga rentan terkena penyakit, dimana salah satu contohnya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit ini dapat terjadi akibat banyaknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Berdasarkan permasalahan di atas, Tim PKM-PM Universitas Syiah Kuala (USK) yang diketuai oleh Cut Aura M.P dan keempat anggota timnya yang berasal dari Fakultas Keperawatan USK angkatan 2018, yaitu Desya Amalia F, Puteri Sarah R, Rilla Ernita K.P, dan Syarifah Riskiatul U, dibimbing oleh Ns. Asniar,  dosen Fakultas Keperawatan USK, mengangkat sebuah program berbasis komunitas yang berisikan Pendidikan Kesehatan, Kampanye Pencegahan DBD, Lomba Rumah Sehat Aman DBD, dan Grup Edukasi (Pekaru Grup) untuk membantu mencegah terjadinya kasus DBD di Kota Banda Aceh, khususnya di Kecamatan Jaya Baru yang pada tahun 2020 memiliki jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Banda Aceh.

Pekaru Grup dilakukan di Gampong Geuceu Meunara yang berada di Kecamatan Jaya Baru dan melibatkan 20 sasaran masyarakat mitra sebagai perwakilan dari dua dusun di gampong ini. Tim PKM-PM turut membentuk Pantastik (Pasukan Pemberantas Jentik) yang terdiri dari lima kader kesehatan gampong sebagai penggerak yang memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam praktik pencegahan DBD dan dapat melanjutkan kegiatan setelah program selesai. Pantastik juga telah dilantik secara resmi oleh Bapak Aidil Azhari selaku Keuchik Geuceu Meunara pada tanggal 10 Juli 2021.

Pekaru Grup merupakan realisasi dari program PKM-PM yang berjudul “Pencegahan DBD Dengan Community-Based Participative Approach di Desa Geuceu Meunara Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh”, yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Program PKM-PM dibuka dengan pelaksanaan Lokakarya Mini Perencanaan pada tanggal 2 Juli 2021 secara luring. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Jaya Baru, Kepala Puskesmas Kecamatan Jaya Baru, Keuchik Geuceu Meunara, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tuha Peut Gampong serta kader Pantastik dan perangkat desa lainnya.

“Program-program dalam kegiatan ini sangat bagus, saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan yang akan dilakukan oleh Tim PKM-PM dan saya yakin masyarakat sekitar akan menerima kegiatan ini secara terbuka dengan antusiasme yang tinggi.

Harapan saya ilmu yang didapat masyarakat dapat terus diterapkan walaupun kegiatan ini telah usai” tutur T.M. Syukri Warhdana, selaku Camat Jaya Baru.

Kegiatan selanjutnya adalah pembekalan Pantastik yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting untuk memberikan penyuluhan terkait DBD, dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ovitrap, yaitu alat untuk menangkap dan memusnahkan larva nyamuk dengan menggunakan botol bekas sebagai pemanfaatan limbah padat yang terdapat di Gampong Geuceu Meunara pada tanggal 10 Juli 2021 secara luring.

Selanjutnya adalah kegiatan Pendidikan kesehatan pada kelompok binaan terkait DBD dan pencegahannya yang dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dalam kurun waktu tiga minggu. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan dibagi menjadi dua sesi untuk mencegah kerumunan pada satu ruangan. Pada awal penyuluhan, kelompok mengisi angket pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap DBD. Kegiatan ini dilanjutkan dengan Grup Edukasi, dimana tim mengajarkan pembuatan ovitrap kepada kelompok binaan.

Pada 1 Agustus 2021, Kampanye Pencegahan DBD dilakukan dengan membagikan 75 Dengue Prevention Kit yang berisikan leaflet, lotion anti nyamuk dan bubuk abate, disertai dengan edukasi singkat oleh Pantastik dan tanya jawab dari masyarakat.

Kegiatan terakhir adalah Lomba Rumah Sehat yang menilai rumah-rumah dari kelompok binaan, dimana juri yang dilibatkan berasal dari Puskesmas Jaya Baru, Aparat Gampong Geuceu Meunara, dan Pantastik serta didampingi oleh tim dan dosen pembimbing. Kegiatan ini diakhiri dengan pengisian post-test untuk menilai pengetahuan akhir mereka setelah dilakukannya program Pekaru Grup.

Tim PKM-PM berserta dosen pembimbing berharap melalui kegiatan ini tingkat pengetahuan dan wawasan masyarakat terkait DBD dapat meningkat, sehingga terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat dan aman dari perkembangan nyamuk, serta dapat mencegah terjadinya kasus DBD di Gampong Geuceu Meunara, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Penulis: Cut Aura MP, mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK)

Anara

Komentar

Loading...