Pelancong yang Belum Vaksin Covid-19 Dilarang Masuk Negara-negara Ini

Pelancong yang Belum Vaksin Covid-19 Dilarang Masuk Negara-negara Ini
Suasana bar Zurich yang baru dibuka kembali di tengah pandemi Covid-19 di Barcelona, Spanyol, 23 November 2020. Restoran dan bar di Barcelona serta sekitar Catalonia kembali dibuka setelah tutup selama 40 hari. | Foto: Tempo.co

KBA.ONE, Jakarta - Negara-negara di dunia tengah bergulat dengan pandemi Covid-19 melakukan penutupan perbatasan mereka. Namun ada sejumlah negara yang mulai melonggarkan perbatasan dan menerima pelancong namun dengan syarat tertentu.

Maka, setiap pelancong perlu terus mengawasi perubahan aturan dan pembaruan perjalanan untuk merencanakan perjalanan penting dan tidak penting mereka. Sekarang, sementara beberapa negara telah memberlakukan aturan karantina yang ketat, beberapa negara lain melarang turis yang tidak divaksinasi sama sekali.

Berdasarkan perkembangan terakhir, ini adalah sejumlah negara tujuan yang melarang pelancong yang tidak divaksinasi memasuki perbatasan mereka.

Malta siap untuk melarang pelancong yang belum menerima kedua suntikan vaksin Covid-19 memasuki negaranya. Mengacu pada ini, Menteri Kesehatan Malta Chris Fearne menyatakan bahwa kebijakan itu membuat Malta menjadi negara Uni Eropa pertama yang melakukannya.

Anguilla

Meskipun Anguilla telah membuka kembali perbatasannya dan mulai menyambut wisatawan yang dites negatif untuk Covid-19 pada November 2020, namun kembali terjadi lonjakan kasus pada April lalu yang memaksa pulau Karibia untuk kembali dikunci selama sebulan. Sesuai laporan terbaru, mulai 1 Juli, pelancong harus divaksinasi setidaknya tiga minggu sebelum kedatangan mereka ke Anguilla.

Sementara anak-anak dibebaskan dari persyaratan vaksin, kebijakan baru akan menghapus biaya masuk US$ 300 untuk turis yang divaksinasi yang telah berlaku selama beberapa waktu.

Kanada

Kanada tidak terburu-buru untuk membuka perbatasannya untuk semua pelancong dalam waktu dekat. Baru-baru ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, saat menghadiri konferensi pers di British Columbia, menjawab pertanyaan mengenai kebijakan negara tersebut pada pelancong yang divaksinasi atau tidak.

Ia menyatakan, “Saya dapat memberi tahu Anda sekarang bahwa itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.”

Spanyol

Sesuai deklarasi baru-baru ini oleh Pemerintah Spanyol, mereka telah menetapkan batasan siapa yang dapat memasuki negara itu. Hanya penduduk dari negara-negara anggota Uni Eropa dan mereka yang termasuk dalam daftar 10 negara 'dengan insiden rendah' dapat mengunjungi "tanpa perlu tes diagnostik atau vaksinasi atau sertifikat kekebalan." Selain mereka, semua orang lain, termasuk orang Amerika, harus menunjukkan bukti vaksinasi untuk masuk ke Spanyol.

St Kitts dan Nevis

Jika Anda tidak divaksinasi dan berharap untuk mengunjungi pulau Karibia St. Kitts dan Nevis, pikirkan sebelum memesan penerbangan. Pada 29 Mei, Perdana Menteri Timothy Harris menanggapi wabah virus dengan menutup perbatasan untuk semua pelancong yang tidak divaksinasi, setelah mereka berhasil mencegah Covid-19 selama berbulan-bulan.

Komentar

Loading...