Pelestarian Kerawang Gayo

Pelestarian Kerawang Gayo
Motif Kerwang Gayo. | Foto: Ist

Penulis: Rosanti (Mahasiswa Program Studi  Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAIN Langsa)

Suku Gayo adalah salah satu suku yang ada di provinsi Aceh, mayoritas penyebaran masyarakat suku gayo ini berada di daerah kabupaten Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Tenggara dan daerah lainya. Makanan khas suku gayo yaitu masam jaeng, gutel, lepat, pulut bekuah, cecah, pengat, gegaloh dan makanan lainya. Suku Gayo merupakan suku yang sangat menjunjung nilai persaudaraan, serta permusyawaratan. Kerawang Gayo adalah kain khas tradisional suku Gayo.

Kerawang Gayo adalah kain khas tradisonal suku gayo yang dibuat dengan cara menjahitkan benang berwarna dan membentuk suatu pola. Pola pada kerawang gayo biasanya berbentuk filosofi kehidupan serta berbentuk pola flora atau tumbuh tumbuhan,  ada yang berbentuk motif emun berangkat seperti pola awan, motif puter tali seperti tali berpilin, motif pucuk rebung seperti segitiga, motif sarak opat (Raja yang adil) dan bentuk motif lainya.

Kerawang gayo juga menggunakan benang berwarna diantaranya benang berwarna merah, hijau, putih, dan kuning. Biasanya kerawang gayo menggunakan kain dasar polos berwarna hitam.

Upuh ulen-ulen adalah kain lebar berukuran 2x2 meter biasanya digunakan untuk kegiatan seni seperti Tari Guel, bersebuku, untuk inen dan aman mayak (pengantin baru). Pola Kerawang gayo juga terdapat pada baju adat yang banyak dijumpai untuk kegiatan tari dan baju penikahan.

Dahulu kerawang Gayo hanya dipakai saat ada acara khusus seperti pernikahan, khitanan, acara tari penyambutan, didong, dan lain-lain. Sekarang banyak masyarakat yang ikut melestarikan kerawang Gayo, baik dari pihak pemerintah daerah, pemuda, dan masyarakat.

Salah satu bentuk pelestarian yang diberikan pemerintah daerah yaitu memberlakukan pakaian kerawang Gayo sebagai salah satu baju dinas bagi pegawai pemerintah daerah, dan dinas pendidikan memberlakukan aturan setiap siswa sekolah dasar dan taman kanak kanak untuk menggunakan seragam motif kerawang gayo pada baju muslim.

Pemuda ikut ambil peran dalam pelestarian kerawang gayo, dimana mereka membuat  suatu produk aksesoris seperti gelang, bandana dan tas. Jika kita lihat sekarang tas kerawang gayo banyak kita jumpai sebagai tas sekolah, tas samping untuk wanita, tas untuk ibu ibu. Dan untuk anak muda banyak menggunakan motif kerawang Gayo  sebagai motif sablon pada baju kaos.

Kerawang Gayo dapat digunakan oleh semua kalangan tidak membedakan gender maupun usia, sehingga bersifat fleksibel yang dapat digunakan oleh siapa saja. Wanita disegala usia seperti ibu-ibu maupun remaja juga banyak menggunakan baju gamis bermotif kerawang Gayo.

Biasanya, mereka menempah atau memesannya pada penjahit untuk dibuatkan gamis sesuai keinginan, baik untuk individu maupun untuk keluarga pada kegiatan acara pesta maupun acara lainya. Motif kerawang Gayo juga banyak digunakan pada kaum laki laki yang biasanya mereka memakai sarung yang bermotif kerawang Gayo dan  juga terdapat pada baju koko serta kopiah.

Melihat eksistesi kerawang Gayo di sekitar kita menunjukan bahwa, setiap pihak  baik pihak pemerintah daerah, pemuda, dan masyarakat sudah ikut serta mendukung pelestarian kerawang Gayo. Semoga ke depannya terus dapat dikembangkan serta mampu menciptakan kreativitas baru, sehingga dikenal tidak hanya di masyarakat lokal saja tetapi bisa dikenal diluar atau mancanegara.

Dan kita berharap semoga dengan adanya peningkatan kreativitas kerawang Gayo juga ikut meningkatkan perekonomian baik perekonomian bagi pengrajin maupun  perekonmian masyarakat Gayo.*

Email penulis: Rosantibungsu@gmail.com

Komentar

Loading...