Pemerintah Aceh Bahas Kelanjutan Event Aceh Marathon

Pemerintah Aceh Bahas Kelanjutan Event Aceh Marathon
Personel Brimob berjaga di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh saat penyidik KPK melakukan penggeledahan, Selasa 10 Juli 2018. Photo/KBA Arman Konadi.

KBA.ONE, Banda Aceh - Pemerintah Aceh masih mempertimbangkan untuk melanjutkan atau membatalkan event Aceh Marathon 2018 di Kota Sabang yang memperebutkan total hadiah Rp 3 miliar. Saat ini pemerintah Aceh sedang membahas kelanjutan penyelenggaraan event Aceh Marathon yang dijadwalkan berlangsung 29 Juli 2018.

"Sedang dihitung batal atau dilanjut," kata Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah disela melepas peserta Aceh Trail Adventure (ATA) 2018 di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Sabtu 14 Juli 2018.

Menurut Nova, pembahasan untuk mengatur kembali jadwal pelaksanaannya terpaksa dilakukan karena pemerintah sedang melakukan tender ulang untuk menentukan rekanan pembelian baju dan medali dalam kegiatan Aceh Marathon. Tender sebelumnya kata Nova, dibatalkan karena rekanan yang mengikuti tender tidak memenuhi syarat.

"Jadi harus ada lelang ulang. Nah sekarang kita sedang menghitung apakah lelang ulang ini, waktunnya cukup, kalau bisa dilaksanakan 29 Juli. Sebenarnya (Aceh Marathon) bukan terkait langsung dengan KPK, namun ada beberapa lelang dibawah BPKS (Badan Pengelolaan Kawasan Sabang). Itu kemarin peserta lelangnya semuannya tidak memenuhi syarat," ungkap Nova Iriansyah.

Nova mengatakan kendala yang tengah dihadapi paniti untuk melaksanakan Aceh Marathon, tidak terkait langsung dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi Selasa 3 Juli lalu. " Jadi tidak terkait langsung dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Tapi kita memang terbatas waktu," kata Nova.

Paska operasi penindakan KPK yang menjerat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, kabar penundaan Aceh Marathon beredar luas melalui aplikasi pesan lintas platform WhatsApp. "Pelaksanaan Sabang Internasional marathon semula di tanggal 29 Juli 2018 diundur menjadi bulan September 2018. Mengenai tanggal pastinya akan ditentukan di kemudian hari. Hal-hal lain mengenai alasan diundurnya pelaksanaan tersebut belum dijelaskan secara jelas," bunyi pesan yang beredar Rabu 11 Juli 2018 tersebut.

Seperti diberitakan KPK menetapakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tersangka penerima suap terkait pengalokasian dan penganggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. KPK menyita barang bukti uang senilai Rp 50 juta dan bukti transfer melalui rekening BCA dan Mandiri yang diduga untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Paska operasi tersebut, tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh pada Selasa 10 Juli 2018.

Komentar

Loading...