Cegah Penyebaran Covid-19

Pemerintah Aceh Diminta Sediakan Tempat Isolasi Khusus

Pemerintah Aceh Diminta Sediakan Tempat Isolasi Khusus
Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irawan Abdullah, meminta Pemerintah Aceh menyediakan tempat isolasi khusus untuk penumpang yang baru tiba dari daerah pandemi. Mengingat hingga saat ini Bandara Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar belum dilakukan penutupan, karena kewenangan pusat.

"Untuk penumpang yang baru tiba dari daerah pandemi, ada baiknya sesudah pemeriksaan test kesehatan di bandara mareka disediakan tempat isolasi atau karantina khusus," kata Irawan kepada KBA.ONE, melalui pesan Whatsapp, Senin 30 Maret 2020.

Penyediaan tempat karantina khusus dirasa cukup efektif, mengingat kemungkinan untuk menutup bandara sampai saat ini belum ada keputusan dari pihak pusat. Terlebih saat ini di Aceh Selatan dan Aceh Tengah diperbatasannya sudah tidak diizinkan lagi untuk keluar.

"Untuk yang dari daerah luar Banda Aceh dan Aceh Besar seperti Aceh Selatan dan Aceh Tengah, keluarganya sudah tidak mungkin lagi untuk menjemput karena di perbatasan sudah tidak di izinkan keluar," tutur Anggota DPRK Aceh Besar tiga periode ini.

Selain itu, politisi partai PKS itu juga menyarankan, jika tidak tersedia di bandara, alternatif karantina nantinya bisa di fungsikan di asrama haji, mengingat Menteri Agama sudah menegaskan asrama haji bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 atau mencari alternatif lainnya.

"Selama karantina 14 hari dibiayai oleh pemerintah dan mungkin bisa digunakan dana Baitu Mal Aceh, dari infaq dan sadaqah atau senif fii sabilillah karena sebagian mareka ada pelajar di perantauan," harap Irawan.

Sementara itu, berkaitan dengan surat permohonan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk penutupan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, tertanggal, Jumat 27 Maret 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur, Nova Iriansyah, kata Irawan, setuju jika bandara ditutup begitu juga angkutan darat. Namun yang harus dipertimbangkan adalah Aceh masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), alat kesehatan, obat-obatan, dan barang-barang tertentu yang sangat diperlukan.

"Setiap hari ada suplai barang-barang tersebut yang masuk dari luar Aceh," jelas Irawan meneruskan hasil percakapannya dengan Plt Gubernur Aceh kepada KBA.ONE.

Dalam percakapan itu Irawan menanyakan berkaitan dengan bandara yang belum dapat ditutup. "Kalau bandara ditutup apalagi angkutan darat, maka kita tidak punya bahan-bahan kebutuhan tersebut, sedang kita pikirkan apa skenario terbaik menghadapi Covid-19," terus Irawan lagi.

Namun, kata Irawan, ini bagaikan buah simalakama, untuk orang-orang Aceh yang berada diluar daerah maupun diluar negeri yang harus pulang sebab di tempat mereka bekerja atau kuliah sudah diliburkan. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...